IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Kompas.com - 28/10/2020, 07:30 WIB
Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Berry Juliandi. Dok Berry JuliandiPeneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Berry Juliandi.

BANDUNG, KOMPAS.com – Ekosistem riset Indonesia tidak hanya membutuhkan hilirisasi dan komersialisasi riset. Ada hal mendasar yang mutlak harus diperhatikan yakni basic research (riset dasar).

Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Berry Juliandi mengatakan ada dua jenis riset. Pertama, riset dasar yang akan menjawab keinginan tahuan. Hasilnya, bisa mengatasai masalah di masa depan.

Kedua, riset terapan yang hasilnya bisa menyelesaikan masalah saat itu juga. Namun riset terapan belum tentu bisa dipakai di masa depan.

Baca sebelumnya: Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Persoalannya, beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah Indonesia lebih berpihak pada hilirisasi atau aplikasi riset. Budget yang dianggarkan untuk penelitian dasar lebih kecil dibanding riset terapan dan hilirisasi.

Hal itu kebalikan dengan negara-negara maju. Di negara maju, 80 persen riset dasar dibiayai negara. Ketika hilirisasi, dibiayai industri, lembaga yang lebih tahu mana yang lebih prospektif.

“Kalau ini tetap dilakukan, kemandirian bangsa akan hilang karena kita tidak punya stok riset dasar,” tutur Berry saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 80 Persen Dana Riset Tergantung Pemerintah, Menristek: Kalau APBN Cekak, Risetnya Terbatas

 

Dampak riset dasar rendah

Berry mengungkapkan, jika riset dasar Indonesia rendah, Indonesia akan menghilirisasi riset dasar yang dilakukan negara lain dengan cara membeli.

Jika negara lain menolak, maka Indonesia tidak akan mandiri. Contohnya dalam hal obat. Hampir semua bahan obat di Indonesia impor.

Berry mengakui, salah satu alasan rendahnya keberpihakan pemerintah terhadap riset dasar adalah besarnya investasi dan lamanya waktu yang dibutuhkan.

Namun bila ingin seperti negara maju, pemerintah harus mengubah kebijakannya dengan memerhatikan riset dasar.

“Sebuah penelitian menunjukkan, anggaran Litbang terhadap PDB berkorelasi dengan kemajuan,” tutur dia.

Baca juga: Riset I2: Setahun Jokowi-Maruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

 

Tiga prioritas riset dasar di Indonesia

Berry mengungkapkan, di tengah kecilnya dana riset di Indonesia, ada tiga riset dasar yang baiknya diprioritaskan.

Pertama, riset dasar di laut terutama laut dalam. Selain karena belum banyak yang meneliti, Indonesia akan menemukan hal bagus yang bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk dari obat hingga makanan.

Kedua, eksplorasi hipofarmaka yaitu mencari bahan di tanaman untuk obat, anti peluru, baju ringan, kesehatan pangan, dan lainnya.

Ketiga, ecotourism. Selain memanjakan wisatawan dengan keindahan alam ada upaya konservasi untuk menjaga habitat alam tetap terjaga.

Baca juga: Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X