Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Kompas.com - 26/10/2020, 22:47 WIB
Humas RSUD Sumedang menunjukkan cara mengakses aplikasi Koncibumi kepada Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Senin (26/10/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHHumas RSUD Sumedang menunjukkan cara mengakses aplikasi Koncibumi kepada Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Senin (26/10/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pasien rawat jalan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, nantinya tidak perlu lagi datang ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan obat yang sebelumnya telah diresepkan oleh dokter.

Pasien rawat jalan di Sumedang cukup mengakses aplikasi Koncibumi untuk mendapatkan resep obat tersebut.

Adapun Koncibumi merupakan singkatan dari Kontrol Cicing di Bumi, atau kontrol dengan tetap diam di rumah.

Baca juga: Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Koncibumi merupakan aplikasi pelayanan rawat jalan yang memberikan layanan antar obat untuk pasien rawat jalan di RSUD Sumedang.

"Selama ini, masih banyak warga atau pasien yang harus kontrol ke rumah sakit dengan memesan obat secara langsung datang ke RSUD," ujar Dony kepada Kompas.com, saat meluncurkan aplikasi Koncibumi di RSUD Sumedang, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Suasana Haru Pemakaman Dokter yang Meninggal akibat Corona di Bogor

Dony menuturkan, dengan hadirnya aplikasi Koncibumi ini, pasien hanya dengan tetap berada di rumah dapat menyampaikan permohonan untuk memesan obat.

Kemudian, pada hari yang sama petugas akan datang dan memberikan obat kepada pemohon tersebut.

"Aplikasi ini sangat baik sekali, apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, karena akan mengurangi interaksi, sehingga membuat kita aman dari virus corona. Tentunya, aplikasi ini juga dapat membantu warga agar terus produktif karena obat dapat diberikan," tutur Dony.

Baca juga: Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang Om, Maaf ya Om

Dony mengatakan, kehadiran aplikasi Koncibumi ini diharapkan dapat dimaksimalkan, sehingga meminimalisasi interaksi antara pasien, perawat, dan dokter di RSUD Sumedang.

"Jadi dengan adanya aplikasi Koncibumi ini, warga, perawat dan dokter juga bisa terhindar dari terpapar Covid-19," sebut Dony.

Dony menambahkan, aplikasi Koncibumi merupakan salah satu solusi dari RSUD Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan pelayanan yang prima kepada seluruh warga Sumedang.

"Pemerintah Sumedang akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada warga termasuk di bidang kesehatan, salah satunya dengan peluncuran aplikasi Koncibumi," kata Dony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Regional
2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

Regional
Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Regional
Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Regional
Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Regional
Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Regional
Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Regional
'Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan'

"Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X