Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Kompas.com - 26/10/2020, 22:12 WIB
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) ditemui di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) ditemui di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) yang merupakan lawan Gibran di Pilkada Solo sudah tiga kali melakukan simulasi atau sparring partner untuk persiapan debat perdana pada Jumat (6/11/2020) malam.

Hal ini disampaikan calon wali kota Solo dari perseorangan Bagyo Wahyono didampingi calon wakil wali kota FX Supardjo dan tim pemenanganan seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan debat di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020).

"Maju terus pantang mundur. Sangat amat siap untuk debat. Simulasi (debat) tiga kali," kata Bagyo.

Baca juga: KPU Tetapkan Gibran-Teguh dan Bajo sebagai Calon Wali Kota Solo

Bagyo mengatakan telah melakukan penyerapan aspirasi warga masyarakat guna penguasaan kondisi di Solo.

Ada tiga materi yang disiapkan KPU Solo dalam debat pertama yang akan berlangsung selama dua jam, dimulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB di Sunan Hotel Solo.

"Materi pertama kesejahteraan masyarakat , peningkatan dan pelayanan masyarakat serta persoalan daerah," tambah calon wakil wali kota dari perseorangan, FX Supardjo.

Baca juga: Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Ketua Tim Pemenangan Paslon Bajo Robert Hananto menambahkan, telah melakukan persiapan debat pertama dengan menggelar simulasi terhadap paslon Bajo.

Simulasi debat yang dilaksanakan ini adalah paslon Bajo melakukan sparring partner dengan tim pemenangan disaksikan oleh audiensi. Sehingga dibuat mirip seperti debat aslinya.

"Sementara masih dari internal. Belum ada dari pihak luar. Saat ini yang baru kita hadapi penanganan Covid-19, kita bicara tidak jauh dari penanganan Covid-19. Bagaimana Solo ke depan dan bagaimana mempertajam visi misi," terang dia.

Dia mengatakan latar belakang sparring partner paslon Bajo berasal dari berbagai kalangan. Ada dari mantan birokrat, mantan dosen dan lain sebagainya.

"Banyak yang kita libatkan menjadi sparring partner dan memberikan masukan ke Pak Bagyo dan Supardjo," tambah Robert.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X