Kompas.com - 14/10/2020, 19:29 WIB
Ilustrasi penipuan Shutterstock/Twinster PhotoIlustrasi penipuan

KULON PROGO, KOMPAS.com– Polres Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap AA (33) karena diduga melancarkan penipuan bermodus gadai via media sosial.

Selain menangkap perempuan asal Wonosari, Gunungkidul, polisi menyita barang bukti berupa beberapa laporan transfer uang untuk transaksi mobil.

Polisi juga menyita satu bundel berupa percakapan WhatsApp pelaku dengan korban.

“Awalnya para pelaku menggadaikan sebuah mobil Toyota Avanza hitam bernopol AB 1043 BW melalui media sosial Facebook pada awal Mei 2020,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Kulon Progo, Inspektur Polisi Satu I Nengah Jeffry via pesan singkat, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Terjerat Kasus Penipuan, Ketua Komnas Perlindungan Anak Jateng Ditahan

Postingan itu menarik perhatian D, warga Purworejo, Jawa Tengah, pada 29 Mei 2020.

Mereka pun melanjutkan hubungan via WhatsApp, menyepakati harga gadai Rp 18.000.000 dan sepakat bertemu di depan Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA) di malam hari itu juga.

AA datang bersama JS dan dua orang lain. Transaksi terjadi. D juga mentransfer uang.

Sepekan lebih berselang, AA dan temannya mendatangi rumah D untuk meminjam STNK beserta mobil itu.

Dia beralasan ingin membayar pajak mobil. AA bersedia jadi jaminan tinggal di rumah D selama mobil dibawa.

Baca juga: Ditangkap di Jakarta Setelah Buron 10 Tahun, Terpidana Penipuan Sudah Ganti Nama

AA bersiasat untuk pergi. Dia kemudian minta diantar ke ATM untuk ambil uang. Saat itu digunakan AA untuk kabur.

“Ternyata AA dijemput pelaku JS dan mereka kabur," kata Jeffry.

D pun lantas berusaha menghubungi AA, tapi tidak bisa. D merasa ditipu dan melaporkan kejadian ini ke polisi. AA akhirnya ditangkap.

“JS sendiri berada di tahanan Polres Gunungkidul untuk perkara yang lain,” kata Jeffry.

AA berkilah mengaku perbuatan ini dilakukan karena takut mobil itu hilang.

Baca juga: Buron 10 Tahun, Terpidana Kasus Penipuan Ditangkap di Magelang

Pasalnya, mobil yang digadai merupakan mobil pinjaman. Dia pun bersisat mengambil mobil itu dengan cara menipu. Uang hasil menggadai dibagi dua dengan JS.

"Uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari," kata AA.

Polisi menjerat AA dengan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan hukuman penjara maksimal empat tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X