Kompas.com - 10/10/2020, 05:25 WIB
Aksi demo omnibus law di depan kantor gubernur jateng, Rabu (7/10/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAAksi demo omnibus law di depan kantor gubernur jateng, Rabu (7/10/2020).
Editor Setyo Puji

Mengetahui kejadian itu, Yuda dan Riski yang berada di lokasi berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun demikian, sejumlah aparat polisi itu justru berlanjut melakukan intimidasi dan meminta agar para pewarta itu dapat membuat berita yang baik-baik saja terkait peristiwa itu.

“Kalian kalau bikin berita yang baik-baik. Dia tunjuk saya sambil tangannya menekan-nekan dada saya,” kata Yuda menambahkan.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman saat dikonfirmasi mengaku akan mencari anggotanya yang berlaku arogan tersebut.

Hanya saja, ia menduga kasus itu terjadi karena salah pengertian dan dianggapnya para wartawan bagian dari kelompok demonstran yang akan membuat kerusuhan.

“Itu gelap ya (karena malam). Saya juga akan mencari tahu siapa anggota itu, mungkin disangkanya rekan-rekan dari wartawan ini salah satu dari biang yang membuat keributan itu,” ungkap dia.

Namun demikian, ia mengaku minta maaf atas ulah dari anggotanya tersebut dan meminta korban yang mengetahui identitas oknum polisi itu untuk segera melaporkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wartawan di Semarang dipaksa hapus foto dan video

Seorang jurnalis dari Suara.com, Dafi Yusuf dipaksa menghapus foto dan video oleh aparat kepolisian.

Kejadian itu berawal saat Dafi bertugas meliput aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Semarang, atau tepatnya di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Rabu (7/10/2020).

Ketika aksi unjuk rasa itu terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian, ia terkejut ketika dilarang melakukan perekaman video oleh sejumlah oknum polisi.

Padahal saat kejadian itu, ia mengaku sudah berusaha menunjukkan identitasnya sebagai wartawan. Namun oleh oknum aparat itu tetap tidak dihiraukan.

Bahkan, foto dan video yang telah direkam sebelumnya dipaksa untuk menghapusnya.

"Saat itu saya merekam tindak represif yang dilakukan polisi kepada massa aksi. Tiba-tiba saya didatangi 15 polisi berpakaian preman dan diminta menghapus rekaman tersebut," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Liput Pembubaran Demo, Wartawan di Semarang Dipaksa Hapus Foto dan Video

Menyikapi adanya hal itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Semarang, Edi Faisol menilai sikap oknum polisi itu melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Khususnya dalam Pasal 18 yang menyebut, setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun, dan denda maksimal Rp 500 juta," tandasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.