Berjam-jam Menunggu di Kantor Polisi, Orangtua Demonstran Berharap Anaknya Dibebaskan

Kompas.com - 08/10/2020, 13:30 WIB
Aksi demo omnibus law di depan kantor gubernur jateng, Rabu (7/10/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAAksi demo omnibus law di depan kantor gubernur jateng, Rabu (7/10/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejumlah demonstran tolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah ditangkap polisi karena diduga terlibat kerusuhan saat unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Jawa Tengah pada Rabu (7/10/2020).

Penangkapan dilakukan karena ada dugaan aksi tersebut ditunggai kelompok dari luar mahasiswa dan buruh.

Sementara itu beberapa orangtua demonstran yang tertangkap berkumpul di Kantor Polrestabes Semarang. Mereka berharap agar anak mereka segera dibebaskan.

Baca juga: Orangtua Demonstran di Semarang yang Ditangkap Tunggu Anaknya Dibebaskan

Ning (42) ibu salah satu demonstran mengatakan sang anak sempat meminta izin sebelum turun ke jalan untuk ikut aksi menolak Omnibus Law.

Ia mengaku mengizinkan anaknya dan mendukung pilihan anaknya karena untuk kepentingan rakyat.

"Karena saya tahu bertujuan untuk kepentingan rakyat. Anak saya memang pendiam, tadi didorong temannya jadi malah ikutan ditangkap," ucapnya saat ditemui di depan Kantor Polrestabes Semarang, Rabu malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun sekitar jam 21.00 WIB, dia mendapatkan kabar jika anaknya ditangkap saat ikut aksi turun jalan.

Baca juga: Aksi Tolak Omnibus Law di Semarang Ricuh, Ratusan Demonstran Ditangkap

"Tadi dapat kabar dari teman anak saya jam 9 malam. Dia ditangkap dan dibawa ke Polrestabes padahal teman-teman rombongannya tidak ditangkap," jelasnya

Ning berharap anaknya segera dibebaskan setelah menjalani prosedur pemeriksaan dari kepolisian.

"Ini mengikuti prosedur dulu karena masih pemeriksaan, kalau anak saya tidak terbukti bersalah ya secepatnya dikeluarkan," harapnya.

Walaupun telah berjam-jam, Ning masih belum medapat kepastian kabar pembebasan sang anak.

"Saya belum mendapat jawaban apapun dari pihak kepolisian terkait kapan dibebaskannya anak saya," pungkasnya.

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja di Semarang Ricuh, Pagar Kantor Gubernur Dijebol

Rekan kumpulkan donasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan beberapa pendemo yang diamankan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/10/2020) malam. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan beberapa pendemo yang diamankan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/10/2020) malam.
Sementara itu Azis salah satu demonstran bercerita jika ia dan rekan-rekannya yang tidak tertangkap melakukan penggalangan donasi.

Donasi tersebut akan digunakan membeli makanan untuk dikirim ke rekan-rekannya yang ditangkap.

Ia menyebut pengumpulan donasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas mereka yang telah memperjuangan hak-hak rakyat.

"Ini kita kumpulkan donasi. Nanti hasilnya bisa digunakan untuk mereka yang masih ada di dalam. Kita kirimkan makanan," katanya.

Baca juga: Besok, Buruh dan Mahasiswa di Semarang Turun ke Jalan Tolak UU Cipta Kerja

Pada aksi turun jalan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (7/10/2020) polisi mengamankan puluhan orang demonstran.

Mereka diperiksa karena terjadi bentrokan saat demo digelar. Massa yang memaksa masuk dengan merobohkan pagar kantor gubernur.

Beberapa mahasiswa dan aparat kepolisian terluka terkena pintu besi yang roboh.

Situasi semakian memanas saat ada insiden pelemparan botol bekas air mineral, batu, dan benda tumpul lainnya.

Baca juga: Diduga Menyusup Aksi Demo Buruh di Cianjur, Sejumlah Remaja Diamankan

Pelemparan tersebut membuat beberapa lampung di gedung gubernur pecah. Untuk menghalau massa, polisi sempat menembakkan gas air mata.

Polisi menduga aksi tersebut ditunggangi oleh sekelompok orang.

"Sudah kita amankan mereka untuk menjalani pemeriksaan di Polrestabes. Ada sekitar 50 sampai 100an orang," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Auliansyah tak membantah saat ditanya keterlibatan anak di bawah umur saat aksi digelar.

"Ada aturannya nanti bagaimana penanganan kalau anak-anak di bawah umur," ucapnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Riska Farasonalia | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.