Diduga Menyusup Aksi Demo Buruh di Cianjur, Sejumlah Remaja Diamankan

Kompas.com - 08/10/2020, 13:03 WIB
Ribuan buruh di Cianjur, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor DPRD Cianjur, Selasa (6/10/2020), menolak disahkannya UU Cipta Kerja. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANRibuan buruh di Cianjur, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor DPRD Cianjur, Selasa (6/10/2020), menolak disahkannya UU Cipta Kerja.

CIANJUR, KOMPAS.com - Sejumlah orang diamankan polisi dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/10/2020).

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai dalam keterangannya menyebutkan, mereka yang diamankan diduga penyusup dan tidak terafiliasi dengan kelompok buruh.

"Iya betul (ada yang diamankan), mereka rata-rata remaja. Jumlahnya masih didata," kata Rifai kepada Kompas.com disela pengamanan aksi, Kamis.

Baca juga: Jelang Demo Buruh di Bandar Lampung, 7 Pelajar SMK Tertangkap Bawa Benda Diduga Bom Molotov

Disebutkan, para penyusup itu diamankan saat mengikuti konvoi massa aksi di ruas jalan raya Bandung menuju gedung  DPRD Cianjur.

"Kita periksa ponselnya terdapat komunikasi ajakan yang menjurus pada tindak anarkis. Identitasnya juga tidak jelas," ujar dia.

"Kita masih interogasi dari kelompok mana mereka," ucap Rifai.

Baca juga: Polisi Amankan Anggota Ormas dan Pelajar pada Aksi Mogok Kerja di Karawang

Sementara terkait pengamanan aksi unjuk rasa buruh hari ini, Rifai menyebutkan, ada 500 personel gabungan dari unsur TNI/Polri dan Satpol PP yang dilibatkan.

"Termasuk backup dari Brimob Polda Jabar," sebut Rifai.

Sementara itu, hingga pukul 12.00 WIB, massa buruh masih bergerak menuju gedung dewan dengan melakukan aksi long march sejauh 5 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X