27.000 NIK Warga Magetan Tak Valid, Terancam Tak Bisa Terima Bantuan

Kompas.com - 05/10/2020, 17:58 WIB
Sebanyak 27.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur, penerima bantuan sosial tidak valid di data Kementerian Sosial. KOMPAS.COM/SUKOCOSebanyak 27.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur, penerima bantuan sosial tidak valid di data Kementerian Sosial.

MAGETAN, KOMPAS.com - Sebanyak 27.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur, penerima bantuan sosial tidak valid di data Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan, Kemensos saat ini sudah turun ke Magetan untuk melakukan sinkronisasi data.

”Ini Kementerian Sosial sudah turun mau memadankan, jadi Kemensos yang memadankan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Pangku Putrinya Saat Amankan Demo, Aipda Ismi: Kalian Tak Akan Tahu Beratnya Jadi Polwan Sekaligus Ibu

Yayuk menjelaskan, NIK yang tidak valid biasanya terjadi karena kesalahan penulisan nama dan ejaan penerima bantuan sosial ketika pendataan.

"Misalnya ada empat anggota rumah tangganya di KK itu, tapi di DTKS itu baru tiga. Berarti itu bisa dikatakan NIK tidak valid,” ujar dia.

Baca juga: Viral, Video Mantan Gubernur Riau Bilang Provinsi Riau Pesisir Terbentuk dalam 3 Bulan, Butuh 1.000 Pegawai

Warga yang NIK-nya tidak valid terancam tidak  bisa mendapatkan bantuan sosial.

“Seperti ini akhirnya tidak bisa menerima manfaat, kemudian PBI BPJS nya dinon-aktifkan oleh kementerian, hal seperti itu,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X