Kejati Jambi Gagal Tangkap Buronan Korupsi karena Tak Berani Masuk Pekarangan Rumah

Kompas.com - 01/10/2020, 18:22 WIB
Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi Lexy Fatharani saat dowawancarai di depan Bank Jambi, pada Rabu (30/9/2020). KOMPAS.COM/JAKA HBKasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi Lexy Fatharani saat dowawancarai di depan Bank Jambi, pada Rabu (30/9/2020).

JAMBI, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jambi masih belum bisa menangkap Ibnu Ziady, buronan kasus korupsi pembangunan irigasi Sungai Tanduk di Kabupaten Kerinci 2016.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Lexy Fatharani, Rabu (30/9/2020), mengatakan, pada 9 September 2020 lalu, pihaknya mengajukan permohonan daftar pencarian orang (DPO) bagi Ibnu kepada Polda Jambi

Pihaknya juga sudah minta bantuan kepada Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) dan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penangkapan terhadap Ibnu Ziady.

Baca juga: Bus dan Truk Tabrakan di Jambi, Kedua Pengemudi Tewas

Lexy meyakini bahwa Ziady masih berada di Jambi karena masih menjadi pejabat dan statusnya masih aparat sipil negara (ASN).

"Tapi kita juga tetap lakukan pelacakan karena memang rumah dan keluarganya masih tetap di Jambi, tidak berubah. Cuma kita belum tahu dia sembunyinya di mana," tambahnya.

Lexy mengatakan, pihaknya mengalami kendala penolakan dari pihak keluarga Ibnu Ziady saat hendak melakukan penangkapan.

"Makanya kalau memang berada di luar langsung kita ciduk. Kalau masih di rumah kita juga mau masuk tidak bisa posisinya. Kita dilarang masuk sebab pelaporannya masuk pekarangan orang tanpa izin," ungkapnya.

Dia mengatakan tim Kejaksaan Sungai Penuh dan Sarolangun sudah berkunjung rumah Ibnu. Namun tidak membuahkan hasil.

"Rumahnya yang besar itu kan di Jambi, maka kita meyakini yang bersangkutan masih di Jambi," katanya.

Sebelumnya diketahui pada 18 September 2019, Ibnu Ziady divonis penjara 1 tahun oleh majelis hakim tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi Jambi. Dia divonis dalam kasus dugaan korupsi pembangunan irigasi Sungai Tanduk di Kabupaten Kerinci 2016.

Pada tingkat kasasi Ibnu Ziady divonis empat tahun penjara. Lebih lama 3 tahun dari vonis sebelumnya.

Putusan kasasi Mahkamah Agung ini muncul tertanggal 7 Juli 2020 dan diputus oleh Hakim Agung Agus Yunianto dan Leopold Luhut Hutagalung dengan nomor putusan 1444K/Pid.Sus/2020.

Baca juga: KPK Panggil 4 Anggota DPRD Jambi 2014-2019 sebagai Saksi

Peran Ibnu Ziady dalam proyek itu adalah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Sumber Daya Air di Dinas PU Provinsi Jambi 2016.

Selain Ibnu Ziady, dalam kasus ini ada Ito Mukhtar selaku direktur PT Anugerah Bintang Kerinci. Ito Mukhtar divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan dibebankan uang pengganti Rp 1,04 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Regional
Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Regional
Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Regional
Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

Regional
Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Regional
Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Regional
Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Regional
Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Regional
Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Regional
Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Regional
Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X