Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Kompas.com - 30/09/2020, 15:24 WIB
Aji YK Putra,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tanaman hias janda bolong mulai menjadi buruan warga Palembang, Sumatera Selatan, untuk dijadikan koleksi di rumah.

Bahkan, penjualan tanaman hias bernama latin Monstera adansonii variegated ini meningkat drastis sampai 200 persen sejak awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Tika Nila salah satu penjual tanaman hias di Palembang mengatakan, tingginya peminat janda bolong karena tanaman ini bisa tahan dalam suhu ruangan yang hangat.

Baca juga: Asal-usul Janda Bolong yang Tengah Jadi Buruan Banyak Orang

Selain itu, bentuk daun yang bolong membuat estetika tanaman tersebut cocok diletakkan di dalam ruangan. 

"Tanaman ini juga banyak digunakan untuk konsep interior atau dekorasi ruangan, sehingga peminatnya banyak," kata Tika kepada wartawan, Rabu (30/9/2020). 

Tika sendiri tak hanya menjual tanaman janda bolong.

Namun, beberapa jenis tanaman hias lainnya seperti bunga vinca jepang series, Sansivera atau lidah mertua, dan anggrek.

Baca juga: Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Ada juga ande-ande lumut, jenggot dewa, jenggota musa, dan begonia.

Akibat tingginya peminat tanaman hias, Tika pun mendapatkan omzet hingga Rp 50 juta dalam sebulan. 

"Selain janda bolong, vinca Jepang juga banyak diburu warga," ujar dia. 

Baca juga: Kasus Anak yang Mengaku Disiksa Pakai Tang, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Bisnis penjualan tanaman hias tersebut telah digeluti oleh Tika sejak enam tahun terakhir.

Namun, omzet tertinggi baru ia rasakan di tahun ini.

"Karena banyak warga yang di rumah saja, mereka menghabiskan waktu dengan bercocok tanam," ujar Tika. 

Rio Adi Pratama (30) salah satu warga yang mengoleksi tanaman hias menceritakan bahwa ia memburu tanaman hias hingga ke daerah luar wilayah Sumatera Selatan. 

Hal tersebut dilakukan agar ia dapat menemukan jenis baru.

Sebagai pecinta tanaman, Rio pun telah paham jenis apa saja yang memiliki nilai jual yang tinggi. 

"Secara tidak langsung, koleksi tanaman ini juga sebagai investasi. Soalnya harganya tidak terlalu berpatokan, tergantung bentuk dan kualitasnya," ujar Rio.

Rio mengatakan, tanaman hias mulai banyak diminati sejak memasuki pandemi Covid-19, terutama jenis tanaman monstera. 

"Monstera ini ada banyak jenis, bahkan ada yang dijual per daun. Satu daunnya bahkan ada yang sampai Rp 500.000," kata Rio. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan MC Tanbu, Aplikasi Media Informasi dan Layanan PublikĀ 

Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan MC Tanbu, Aplikasi Media Informasi dan Layanan PublikĀ 

Regional
Pemkot Semarang Klarifikasi Soal Pengadaan Sepeda Motor untuk Lurah Sebesar Rp 8 Miliar

Pemkot Semarang Klarifikasi Soal Pengadaan Sepeda Motor untuk Lurah Sebesar Rp 8 Miliar

Regional
Tingkat Inflasi Sulsel di Bawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bravo Pemprov Sulsel

Tingkat Inflasi Sulsel di Bawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bravo Pemprov Sulsel

Regional
Hadiri Milad Ke-111 Muhammadiyah, Gubernur Riau: Bersama Kita Hadapi Tantangan

Hadiri Milad Ke-111 Muhammadiyah, Gubernur Riau: Bersama Kita Hadapi Tantangan

Regional
Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Pemkot Tangsel Buka Lelang Barang Milik Daerah, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya!

Regional
Pelopor Smart City, Aplikasi Milik Pemkot Tangerang Telah Direplikasi 47 Daerah di Indonesia

Pelopor Smart City, Aplikasi Milik Pemkot Tangerang Telah Direplikasi 47 Daerah di Indonesia

Regional
Turunkan Stunting di Jembrana, Bupati Tamba Fokus Bantu 147 Keluarga Kurang Mampu

Turunkan Stunting di Jembrana, Bupati Tamba Fokus Bantu 147 Keluarga Kurang Mampu

Regional
Implementasi Program BAAS, Bupati Tamba Bagikan Bahan Makanan Sehat untuk Anak Stunting

Implementasi Program BAAS, Bupati Tamba Bagikan Bahan Makanan Sehat untuk Anak Stunting

Regional
Fokus Pembangunan Kalteng pada 2024, dari Infrastruktur, Pendidikan, hingga Perekonomian

Fokus Pembangunan Kalteng pada 2024, dari Infrastruktur, Pendidikan, hingga Perekonomian

Regional
Sekdaprov Kalteng Paparkan Berbagai Inovasi dan Strategi KIP Kalteng, dari Portal PPID hingga Satu Data

Sekdaprov Kalteng Paparkan Berbagai Inovasi dan Strategi KIP Kalteng, dari Portal PPID hingga Satu Data

Regional
Pabrik Biomassa Segera Berdiri di Blora, Target Produksi hingga 180.000 Ton Per Tahun

Pabrik Biomassa Segera Berdiri di Blora, Target Produksi hingga 180.000 Ton Per Tahun

Regional
Atasi Banjir di Kaligawe dan Muktiharjo Kidul, Mbak Ita Optimalkan Koordinasi Lintas Sektor

Atasi Banjir di Kaligawe dan Muktiharjo Kidul, Mbak Ita Optimalkan Koordinasi Lintas Sektor

Regional
Komitmen Jaga Kelestarian Satwa Burung, Mas Dhito: Kami Terbuka dengan Masukan dari Masyarakat

Komitmen Jaga Kelestarian Satwa Burung, Mas Dhito: Kami Terbuka dengan Masukan dari Masyarakat

Regional
Soal Pembebasan Lahan Tol Kediri-Kertosono, Pemkab Kediri: Tinggal 2 Persen

Soal Pembebasan Lahan Tol Kediri-Kertosono, Pemkab Kediri: Tinggal 2 Persen

Regional
Turunkan Angka Stunting di Sumut, Pj Gubernur Hassanudin Lakukan 2 Langkah Ini

Turunkan Angka Stunting di Sumut, Pj Gubernur Hassanudin Lakukan 2 Langkah Ini

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com