Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Kompas.com - 30/09/2020, 14:23 WIB
Salah satu ormas menolak acara KAMI di Rengasdengklok, Karawang, Rabu (30/9/2020).  Setelah mendapat penolakan dari salah satu ormas, deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itupun dibubarkan. KOMPAS.COM/FARIDASalah satu ormas menolak acara KAMI di Rengasdengklok, Karawang, Rabu (30/9/2020). Setelah mendapat penolakan dari salah satu ormas, deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itupun dibubarkan.

KARAWANG, KOMPAS.com - Setelah mendapat penolakan, deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Regasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya dibubarkan, Rabu (30/9/2020).

Acara KAMI Karawang di Tugu Proklamasi Rengasdengklok itu rencananya bakal dihdiri mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Namun, acara itu mendapat penolakan dari organisasi masyarakat Gibas.

Baca juga: Pelaku Vandalisme di Tangerang Lakukan Aksi Perusakan di 2 Mushala

Mereka membawa spanduk bertuliskan, 'Aliansi Kerakyatan Anti Makar sebagai respons untuk membela persatuan nasional "akar rumpun" dan segenap masyarakat Karawang menolak deklarasi KAMI dan Gatot Nurmantyo di Karawang'.

Pada tulisan spanduk itu juga tertulis, 'Jangan kotori Karawang dengan politik kotor. Akar Rumpun Mendukung KITA, menolak KAMI'.

Selain itu, Ormas tersebut meminta deklarasi tersebut dibubarkan dengan alasan melanggar protokol kesehatan.

"Karawang zona merah Covid-19, takutnya nanti akan ada penularan baru di Karawang ini. Masyarakat di sini gelar hajatan saja dibubarkan oleh Kepolisian, enggak boleh ada ramai- ramai. Ini kumpul begini jangan didiamkan," ujar Panglima Gibas Karawang Roni Karembong.

Baca juga: Kasus Anak yang Mengaku Disiksa Pakai Tang, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Apabila tidak mau bubar, anggota Ormas Gibas berencana membubarkan secara paksa massa KAMI yang hadir.

"Dalam waktu 30 menit harus bubar. Kalau tidak, kita akan paksa bubarkan," kata Roni.

Baca juga: Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat Nyapres, kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Hak Remisi Napi Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Dicabut, Tak Bisa Urus Pembebasan Bersyarat

Regional
Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Ditangkap, Bandar Narkoba Lompat ke Danau dengan Tangan Diborgol, Sempat Dikira Tenggelam, Kini Dalam Pelarian

Regional
Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Janji Bertemu Kenalan Baru, Pemuda Ini Malah Dianiaya, Tangannya Ditebas hingga Putus

Regional
'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X