Demo Belum Digelar Sudah Dibubarkan Polisi, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 29/09/2020, 14:32 WIB
Polisi amankan peserta aksi hari tani di Solo TribunnewsPolisi amankan peserta aksi hari tani di Solo
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Polisi membubarkan sekelompok orang yang berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (24/9/2020) lalu.

Tidak hanya dibubarkan secara paksa, sebagian para peserta yang akan mengikuti aksi tersebut juga ditangkap aparat kepolisian.

Alasan polisi melakukan tindakan represif itu karena aksi yang akan dilakukan dianggap tidak mengantongi izin dan melanggar protokol kesehatan.

Bahkan, saat dilakukan pemeriksaan ditemukan satu orang peserta aksi bernama Faqih Khalifaturrahman (18) kedapatan membawa martil.

Dari informasi yang dihimpun, satu orang peserta aksi yang membawa martil itu kini sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

"Statusnya sudah tersangka, surat penangkapannya sudah terbit," kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya, sekaligus kuasa hukum Faqih, Made Ridha dilansir dari Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Polisi Tak Berani Bubarkan Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Alasannya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Made, penetapan tersangka terhadap Faqih ditetapkan dengan surat perintah penangkapan Nomor SP.Kap/96/IX/2020/Reskrim pada Jumat (25/9/2020).

Meski aksi tersebut belum digelar, namun Faqih dianggap polisi sudah mempunyai niat untuk melakukan kerusuhan.

Sebab, dari hasil interogasi yang dilakukan, Faqih diketahui sudah membawa alat tersebut sejak dari rumah.

"Berdasarkan interogasi dalam gelar perkara itu memang Faqih mempunyai niat membawa martil itu dari rumah," jelasnya.

Penjelasan korlap aksi

Korlap Aksi Solo Raya Bergerak, Edho Johan Pratama sangat menyayangkan sikap represif yang dilakukan aparat kepolisian.

Terlebih lagi, pembubaran dan penangkapan itu dilakukan sebelum kegiatan penyampaian aspirasi dilakukan.

"Kita baru berkumpul untuk menunggu peserta lain dan mobil komando, tapi sudah dibubarkan dan sebagian ditangkap, " jelasnya.

Edho mengatakan, aksi damai yang dilakukan untuk memperingati Hari Tani tersebut rencananya dilakukan dengan cara long march dan membuat mimbar bebas di depan kantor DPRD Solo.

Baca juga: Diduga Salah Tangkap, Bocah 13 Tahun Babak Belur Dianiaya Polisi, Polda: Tidak Sengaja

Dalam aksinya itu, ia juga mengaku akan tetap melakukan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker dan menjaga jarak antar peserta aksi yang terlibat.

Terkait dengan tudingan polisi mengenai tidak izin, pihaknya membantahnya. Pasalnya, ia sudah menyampaikan surat pemberitahuan itu kepada polisi sejak Rabu (23/9/2020).

Saat itu, lanjut dia, tidak disampaikan bahwa ada larangan dari pihak kepolisian. Karena itu, ia menganggap tudingan polisi tersebut dianggap mengada-ada dan hanya untuk mencari pembenaran tindakan represif yang dilakukan.

Sementara saat disinggung mengenai temuan martil dari salah satu peserta aksi, Edho mengaku hal di luar rencana yang dilakukan.

Sebab, aksi tersebut murni untuk menyampaikan pendapat dan tidak ada rencana untuk membuat kerusuhan.

"Kita tidak paham kenapa barang itu ada. Karena sejak awal, rencana aksi yang kita lakukan hanya melakukan long march dan mimbar bebas di depan kantor DPRD Surakarta," jelasnya.

Alasan polisi lakukan pembubaran

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pembubaran paksa yang dilakukan polisi itu karena para peserta aksi dianggap tidak mengindahkan imbauan yang diberikan.

Selain itu, rencana aksi yang mereka lakukan juga tidak berizin.

"Sebelumnya, memang kita dapat pemberitahuan izin melakukan long march dari Manahan ke DPRD Solo," kata dia.

"Tapi itu ditolak, dan dilarang karena melakukan kerumunan massa pandemi," terangnya.

Baca juga: Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Karena imbauan yang diberikan itu tidak diindahkan, sehingga ketika mereka berkumpul untuk melakukan aksi terpaksa dibubarkan paksa.

Bahkan, sebagian peserta terpaksa diamankan lantaran diduga melakukan provokasi untuk menyerang petugas.

Sementara saat disinggung terkait penetapan tersangka salah satu peserta aksi, Safri enggan untuk memberikan komentar.

Sebab, kasus tersebut saat ini masih ditangani Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Purbo Andjar Waskito.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bubarkan Paksa Demonstrasi Hari Tani di Solo, Polisi Tetapkan Satu Tersangka karena Bawa Martil



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.