Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Kompas.com - 26/09/2020, 10:17 WIB
Atraksi topeng monyet saat hari bebas kendarabn bermotor di salah satu jalan di Semarang, Minggu (17/3/2013). Kompas/Winarto HerusansonoAtraksi topeng monyet saat hari bebas kendarabn bermotor di salah satu jalan di Semarang, Minggu (17/3/2013).

KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Semarang menggandeng komunitas pencinta hewan untuk menertibkan atraksi topeng monyet.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, atraksi topeng monyet sejatinya telah dilarang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang karena diduga sering terjadi penyiksaan terhadap monyet.

Selain itu, atraksi itu mengganggu ketertiban dan melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang PGOT.

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

"Kemarin waktu kita tanya dia (pawang) mengaku kerja freelance, tapi kadang tukaran monyetnya sama pawang lain. Jadi mereka saling berinteraksi. Monyet diberi nama. Si monyet tahu kalau diajak ngamen sama pawangnya, kan ada talinya. Kalau dia enggak nurut ditarik lehernya," ucapnya, Jumat (25/9/2020).

Monyet akan diserahkan ke kebun binatang

Fajar mengatakan, pihaknya sudah sering menggelar operasi yustisi. Terakhir, sepekan lalu pihaknya mengamankan seorang pawang beserta monyetnya di daerah Kampung Kali.

Saat itu pawang tersebut telah diberi peringatan dengan membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami beri peringatan tertulis agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Namun, bila nekat mengulangi perbuatannya, monyetnya langsung kita serahkan ke kebun binatang," ujarnya.

Baca juga: RuangGuru: Masuk PTN Makin Sulit, Perlu Ketekunan dan Kerja Keras

Selain itu, Fajar meminta warga masyarakat untuk melaporkan ke Satpol PP jika menemukan atraksi topeng monyet.

"Kalau ada topeng monyet bisa kontak ke kami, pasti akan langsung kami tertibkan," ujar Fajar saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

(Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Dony Aprian)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X