Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Masih Berpikir untuk Ajukan Kasasi

Kompas.com - 25/09/2020, 19:16 WIB
Para nasabah MeMiles yang memadati PN Surabaya mereka bersukacita atas vonis bebas yang diterima Dirut PT Kam and Kam, Kamal Tarachand Mirchandani. ISTIMEWA/SURYA.CO.IDPara nasabah MeMiles yang memadati PN Surabaya mereka bersukacita atas vonis bebas yang diterima Dirut PT Kam and Kam, Kamal Tarachand Mirchandani.

SURABAYA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa kasus investasi bodong Memiles, Kamal Tarachand Mirchandani atau Sanjay.

Dalam sidang agenda putusan yang digelar Kamis (24/9/2020), ketua majelis hakim Yohanes Hehamony menyebut terdakwa tak terbukti melanggar pasal yang didakwakan jaksa.

Baca juga: WN Swiss Mengamuk di Rumah Sakit, Tak Terima Istrinya yang Suspek Covid-19 Diisolasi

Jaksa mendakwa Kamal dengan dakwaan primer Pasal 105 dan dakwaan subsider Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hakim memerintahkan jaksa segera mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Hakim juga meminta jaksa mengembalikan seluruh aset milik terdakwa yang sempat disita.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur Anggara Suryanagara mengatakan, jaksa belum mengambil sikap terkait vonis tersebut.

"Atas vonis yang dibacakan hakim kemarin, jaksa belum mengajukan upaya kasasi. Jaksa masih pikir-pikir," kata Anggara saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2020).

Sesuai KUHAP, kata dia, jaksa memiliki waktu 14 hari untuk memutuskan sikap kasasi.

"Kami akan mempelajari dulu putusan hakim, biasanya kalau bebas jaksa akan kasasi," ujarnya.

Dalam kasus ini, ada lima orang yang ditetapkan tersangka. Selain Sanjay, juga FS (52), E (54), PH (22), dan W selaku bagian distribusi reward kepada para member.

Kelimanya bertugas di PT Kam And Kam yang mengoperatori investasi MeMiles.

Baca juga: Bos MeMiles Divonis Bebas

Selama penyidikan, polisi telah mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp 147 miliar dari total Rp 761 miliar yang diburu, 28 unit kendaraan roda empat, dan 3 unit kendaraan roda dua.

Beberapa nama publik juga diperiksa polisi dalam penyidikan kasus ini, seperti cucu Presiden Soeharto Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau Ari Sigit, artis Pinkan Mambo, Tata Janeeta, Adjie Notonegoro, hingga Ello.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Regional
Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Regional
Dipecat karena Orientasi Seksual, Seorang Mantan Polisi Kembali Gugat Polda Jateng

Dipecat karena Orientasi Seksual, Seorang Mantan Polisi Kembali Gugat Polda Jateng

Regional
Banyak Dibuang Warga ke Sungai, Pria Ini Jadikan Diaper sebagai Media Tanam

Banyak Dibuang Warga ke Sungai, Pria Ini Jadikan Diaper sebagai Media Tanam

Regional
Pasien Positif Corona di Solo yang Kabur dari Rumah Sakit Belum Juga Ditemukan

Pasien Positif Corona di Solo yang Kabur dari Rumah Sakit Belum Juga Ditemukan

Regional
Satu Ruangan Fraksi DPRD Kaltim Hangus Terbakar

Satu Ruangan Fraksi DPRD Kaltim Hangus Terbakar

Regional
Update 10 Hari Pencarian 3 Anak yang Hilang Misterius di Langkat

Update 10 Hari Pencarian 3 Anak yang Hilang Misterius di Langkat

Regional
Hari Sumpah Pemuda, Bendera Merah Putih Raksasa Diterbangkan Bersama Layangan

Hari Sumpah Pemuda, Bendera Merah Putih Raksasa Diterbangkan Bersama Layangan

Regional
Proses Hukum Berjalan Setahun, Pemerkosa Siswi Difabel di Kulonprogo Akhirnya Ditangkap, Ini Kronologinya

Proses Hukum Berjalan Setahun, Pemerkosa Siswi Difabel di Kulonprogo Akhirnya Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
Selama Libur Panjang, Wisatawan di Puncak Siap-siap 'Rapid Test' Acak

Selama Libur Panjang, Wisatawan di Puncak Siap-siap "Rapid Test" Acak

Regional
Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Pemprov Bali Belum Izinkan Bioskop Beroperasi

Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Pemprov Bali Belum Izinkan Bioskop Beroperasi

Regional
Diduga Tak Netral, Kades hingga ASN di Bulukumba Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Tak Netral, Kades hingga ASN di Bulukumba Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Libur Panjang Hari Pertama, 5.000 Kendaraan Masuk ke Kota Bandung

Libur Panjang Hari Pertama, 5.000 Kendaraan Masuk ke Kota Bandung

Regional
Sering Masuk Zona Bahaya, Pencari Rumput di Lereng Merapi Akan Diedukasi

Sering Masuk Zona Bahaya, Pencari Rumput di Lereng Merapi Akan Diedukasi

Regional
Kasus Bahar bin Smith pada 2018, Korban Baru Cabut Laporan Mei 2020

Kasus Bahar bin Smith pada 2018, Korban Baru Cabut Laporan Mei 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X