Cerita Rumah Tua Milik Mantan Bupati Gunungkidul yang Viral di Media Sosial

Kompas.com - 23/09/2020, 19:09 WIB
Rumah di Kapanewon Ponjong Gunungkidul KOMPAS.COM/MARKUS YUWONORumah di Kapanewon Ponjong Gunungkidul

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Foto rumah tua di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, jadi perbincangan di media sosial (medsos).

Rumah sudah tidak berpenghuni itu merupakan rumah Bupati Gunungkidul ke-18 Prawiro Suwignyo yang menjabat 1958-1959.

Rumah yang berada di perkebunan pohon jati masih berdiri kokoh.

Baca juga: Empat Pasangan Calon Resmi Bertarung di Pilkada Gunungkidul 2020

Memiliki banyak jendela di bagian depan rumah, dan sebagian besar terbuat dari kayu jati.

Beberapa bagian sudah rusak termakan usia. Lokasi tergolong sepi tak ada penghuninya.

"Itu rumah eyang saya, dulu kepala daerah ke 18 Gunungkidul namanya Prawiro Suwignyo," kata salah satu cucu pemilik rumah, Martanty Soenar Dewi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Rabu (23/9/2020).

"Dulu kepatihan (Kabupaten) tempat Bupati pertama, kalau rumahnya bukan. Memang (bupati pertama dan ke 18) masih trah," ucap Martanty.

Martanty sendiri mengaku tidak mengetahui kapan rumah itu dibangun, dia hanya memperkirakan sekitar tahun 1920 sampai 1925.

Baca juga: Tak Ingin Dapat Beras Berkutu, Bupati Gunungkidul Cicipi Nasi Sebelum Bantuan Dibagikan

Sebenarnya ada rumah yang tersisa itu hanya bagian depan, untuk bagian belakang sudah roboh dimakan usia.

Rumah itu sudah kosong sejak 10 tahun lalu, saat itu penjaga rumah ikut keluarganya. 

Dijelaskan Martanty, rumah itu ditinggalinya sejak bayi.

Namun, karena menurut adat Jawa, ketika anak lahir weton (hari kelahiran penanggalan jawa) sama dengan ibu kandungnya harus dipisah.

Martanty kemudian tinggal sampai lulus SMP tahun 1974. Saat itu dirinya dan neneknya ikut pindah ke Malang, Jawa Timur.

"Saat itu eyang putri masih wara wiri dan akhirnya tinggal di Malang. Terus ada yang jaga tapi akhirnya yang jaga ikut keluarganya dan mulai kosong 10 tahun yang lalu," ucap Martanty.

Baca juga: Wakil Bupati Gunungkidul: Jangan Mudik Dulu

Dia menyebut rumah tersebut akan dipugar, pihak keluarga sudah berembug untuk pemugaran.

Nantinya saat dipugar akan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Kemungkinan rumah akan digunakan sebagai transit keluarga.

Foto viral rumah milik bupati pertama diunggah oleh akun Instagram @radargunungkidul lalu direpost oleh beberapa akun lainnya seperti @beritainaja dan @ceritagunungkidul mendapat respons ribuan warga net. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X