Kompas.com - 23/09/2020, 16:31 WIB
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo mendesinfektan Pasar Pripih di Kalurahan Hargomulyo, Kokap. Dua pedagang terjangkit Covid-19 dari pedagang yang tinggal di sebuah RT  di Pedukuhan Tlogolelo. Satu blok RT diisolasi. KOMPAS.COM/DANI JULIUSGugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo mendesinfektan Pasar Pripih di Kalurahan Hargomulyo, Kokap. Dua pedagang terjangkit Covid-19 dari pedagang yang tinggal di sebuah RT di Pedukuhan Tlogolelo. Satu blok RT diisolasi.

KULON PROGO, KOMPAS.com- Pemerintah Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerapkan pembatasan sosial bagi warga pada lima kalurahan (desa).

Langkah ini menyusul positif Covid-19 yang meningkat di Kokap.

Pembatasan sosial tingkat kecamatan ini tidak berarti seketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai kota besar.

Baca juga: Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Di sini, warga tidak boleh menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Kegiatan itu, seperti hajatan, arisan perkumpulan, hingga rapat-rapat.

"Kita harus segera memutus rantai penyebaran wabah ini," kata Panewu (camat) Kokap, Sadikan via pesan singkat, Rabu (23/9/2020).

Panewu menerbitkan Surat Edaran Nomor 138/0285 tentang Pencegahan Penularan Wabah Covid-19 di Kapanewon Kokap.

Edaran ini ditujukan bagi lima desa yang ada di kapanewon ini, yakni: Hargomulyo, Hargorejo, Hargowilis, Hargotirto dan Kalirejo.

Sadikin berharap, edaran dipatuhi warga hingga di pedukuhan.

"Kami menganjurkan acara-acara ditiadakan," kata Sadikan.

Baca juga: 16 Orang Terjangkit Covid-19 karena Arisan RT, Warga Diusir Saat Kerja di Sawah

Terbitnya edaran menyusul kemunculan klaster arisan RT dari salah satu RT di Tlogolelo.

Sebanyak 18 orang warga dalam satu RT terjangkit Covid-19 tidak lama setelah warga menggelar arisan RT.

Menjangkit Pedagang Pasar

Penularan virus corona bahkan sudah sampai ke Pasar Pripih, tak jauh dari blok isolasi RT.

Dua pedagang Pasar Pripih dinyatakan positif Covid-19. Mereka adalah suami istri yang berdagang sayur di pasar itu.

Dengan tambahan dua ini, maka positif Covid-19 dari klaster arisan RT mencapai 20 kasus.

Pasar Pripih terpaksa tutup dalam satu pekan ke depan. Pasar diberi garis polisi dan juga didesinfektan.

"Kami, bersama pihak kalurahan dan kelompok pedagang menyetujui untuk penutupan sementara," kata Dukuh (kepala dusun) Pripih, Wagimun.

Pihaknya masih terus mencari kontak erat para pedagang.

Baca juga: Arisan RT Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya

Baru tujuh orang kontak erat dua pedagang ini yang menjalani swab Selasa (22/9/2020). Langkah ini untuk mengatasi kemungkinan penularan lebih masif.

Terlebih melihat jumlah pedagang pasar Pripih bisa mencapai 300 orang. Lebih dari separuh merupakan orang dari luar Hargomulyo.

Tidak sedikit yang berasal dari luar kota, seperti Purworejo.

"Dua kilometer dari pasar ini sudah Purworejo. Semoga berakhir di sini saja dan tak berkembang ke tempat lain," kata Ketua RW 16 Pripih, Memet Iriyanto di Pripih.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X