Kompas.com - 23/09/2020, 16:16 WIB
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau AMbon, Rabu (23/9/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau AMbon, Rabu (23/9/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon menangkap pasangan suami istri LAL (40) dan WJ (42) karena kedapatan membawa 200 kg merkuri, Rabu (23/9/2020).

Pasutri ini ditangkap tepat di depan Polsek Leihitu saat melintas dengan sebuah mobil Toyota Avanzah dari Desa Ureng, Kecamatan Leihitu menuju Kota Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, penangkapan terhadap pasutri tersebut dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa kedua pelaku akan melintas dengan mobil menuju Kota Ambon sambil membawa ratusan kg merkuri tersebut.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, lanjut dia, petugas Polsek langsung berjaga di depan jalan dan saat mobil itu melintas petugas langsung memberhentikan mobil dan segera memeriksa mobil tersebut.

“Saat pemeriksaan didapati barang bukti berupa 200 kg merkuri yang di simpan di dalam 25 botol bekas air mineral,” ungkap Leo, kepada wartawan di Kantor Polresta Puau Ambon, Rabu.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pasangan suami istri ini mengaku mendapatkan ratusan kg merkuri tersebut dari Pulau Seram.

Barang kimia tersebut diduga hendak diselundupkan untuk dijual ke Kota Ambon.

Leo menambahkan, saat ini pasangan suami istri tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan secara terpisah.

Untuk tersangka LAL di tahan di Polsek Leihitu sedangkan tersangka WJ di titipkan di Polsek Pelabuhan Ambon.

Selain menahan kedua tersangka, polisi juga ikut menyita barang bukti berupa mobil Toyota Avanza yang digunakan kedua tersangka serta 200 kg merkuri milik kedua tersangka.

“Kedua tersangka telah ditahan begitu pun barang bukti telah diamankan saat ini,” ujar dia.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka terancam dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Minerba. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X