Menyoal Prediksi Ledakan Pasien Covid-19 dari Karyawan Pabrik di Probolinggo

Kompas.com - 18/09/2020, 18:50 WIB
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/PetovargaIlustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo meningkat drastis. Penambahan pasien konfirmasi Covid-19 didominasi karyawan pabrik.

Padahal menurut Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Dewi Veronica, perusahaan tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan.

Namun untuk penerapannya kurang benar seperti karyawan tidak bermasker dan berkerumun saat istirahat dan pulang kerja.

Baca juga: Lihat Saja Nanti, Jebol Salah Satu Pabrik Ini, Ada Ledakan Karyawan Positif Covid-19

Selain itu Vero menyebut banyak karyawan perusahaan yang masih menggunakan transportasi umum dan tak menerapkan protokol kesehatan saat perjalanan.

Vero juga mengatakan masih ada perusahaan di Probolinggo yang belum memiliki standar operasional prosedur saat menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan di lingkungan tempat kita bekerja, antara lain saling mengingatkan untuk rutin membersihkan tempat kerja dengan cairan disinfektan."

"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala. Pakai hand sanitizer jika tidak ada air. Mengganti rutinitas berjabat tangan dengan tos menggunakan siku dan rutin membersihkan handphone," kata Vero.

Baca juga: Pegawai Kena Covid-19, Pabrik Khong Guan Tutup Sementara Gedung Pengemasan

Prediksi ledakan kasus dari karyawan pabrik

Ilustrasi virus corona, Covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona, Covid-19
Sementara itu Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memprediksi akan ada ledakan besar jumlah pasien Covid-19 dari klaster pabrik.

"Lihat saja nanti. Jebol salah satu pabrik ini, akan ada ledakan jumlah penambahan karyawan positif Covid-19," kata Ugas, saat ditemui di kegiatan penegakan hukum pelanggar Covid-19 di alun-alun Kraksaan Jumat (18/9/2020).

Ugas mengatakan, Satgas merasa kesulitan memantau langsung ke dalam pabrik karena prosedur untuk masuk pabrik sangat ketat. Selain itu Ugas menjelaskan jika sejumlah pabrik besar tertutup kepada Satgas.

Baca juga: Banyak Pabrik Jadi Klaster Covid-19, Ini Tanggapan Pengusaha

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Kabar Putranya Gugur di Papua, Ayah Pratu Dedi Hamdani: Perasaan Saya Tidak Keruan...

Terima Kabar Putranya Gugur di Papua, Ayah Pratu Dedi Hamdani: Perasaan Saya Tidak Keruan...

Regional
Aturan Siswi Non-Muslim di SMKN Padang Wajib Berhijab Tuai Protes, Ini Duduk Perkaranya

Aturan Siswi Non-Muslim di SMKN Padang Wajib Berhijab Tuai Protes, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Kontroversi Aturan Jilbab untuk Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang, Berujung Laporan ke Mendikbud hingga Menuai Kritik DPR

Kontroversi Aturan Jilbab untuk Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang, Berujung Laporan ke Mendikbud hingga Menuai Kritik DPR

Regional
Anggota DPR: Aturan Wajib Jilbab di Sekolah Negeri Harus Dicabut

Anggota DPR: Aturan Wajib Jilbab di Sekolah Negeri Harus Dicabut

Regional
Derita Korban Banjir Manado, Hanya Punya Baju di Badan, Patungan Beli Sarapan

Derita Korban Banjir Manado, Hanya Punya Baju di Badan, Patungan Beli Sarapan

Regional
Angka Kematian Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 7.266, Ini Tanggapan Wagub Emil Dardak

Angka Kematian Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 7.266, Ini Tanggapan Wagub Emil Dardak

Regional
Tinggal di Kontrakan, 2 WNA Asal China Diamankan Petugas Imigrasi, Mengaku Bisnis Kayu di Jambi

Tinggal di Kontrakan, 2 WNA Asal China Diamankan Petugas Imigrasi, Mengaku Bisnis Kayu di Jambi

Regional
Sekda Ungkap Penyebab Kegaduhan ASN Pemkab Jember, Berawal dari Pesan WhatsApp Bupati

Sekda Ungkap Penyebab Kegaduhan ASN Pemkab Jember, Berawal dari Pesan WhatsApp Bupati

Regional
Belum Terima Bantuan, Korban Banjir di Manado Patungan Beli Sarapan

Belum Terima Bantuan, Korban Banjir di Manado Patungan Beli Sarapan

Regional
Video Viral Warga Jarah Barang Muatan Truk yang Terguling, Polisi: Kami Sudah Peringatkan

Video Viral Warga Jarah Barang Muatan Truk yang Terguling, Polisi: Kami Sudah Peringatkan

Regional
Fakta Kasus Pembacokan di Cianjur, Pelaku Menyamar Jadi Perempuan di Facebook hingga Motif Dendam

Fakta Kasus Pembacokan di Cianjur, Pelaku Menyamar Jadi Perempuan di Facebook hingga Motif Dendam

Regional
Fakta Siswi Non-Muslim Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Kepala Sekolah Minta Maaf

Fakta Siswi Non-Muslim Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Kepala Sekolah Minta Maaf

Regional
Tragis, Wanita Muda Tewas Dicekik Suami Siri, Cemburu Baca WhatsApp, Pelaku Coba Bunuh Diri

Tragis, Wanita Muda Tewas Dicekik Suami Siri, Cemburu Baca WhatsApp, Pelaku Coba Bunuh Diri

Regional
Aturan Berjilbab bagi Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Padang Picu Perdebatan

Aturan Berjilbab bagi Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Padang Picu Perdebatan

Regional
Ngotot Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN di Tengah Pandemi, Unila Dikritik Warganet

Ngotot Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN di Tengah Pandemi, Unila Dikritik Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X