Banjir Setinggi 2 Meter Rendam 3 Kecamatan, Akses Transportasi di Melawi Putus

Kompas.com - 14/09/2020, 14:55 WIB
Personel BPBD Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, melakukan evakuasi warga terdampak banjir.  Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi mengatakan, banjir setinggi 2 meter yang merendam tiga kecamatan telah mengakibatkan akses transportasi terputus. Akses transportasi dari dan ke Kecamatan Nanga Pinoh hanya bisa dilalui sepeda motor roda dua, itu pun harus dinaikkan ke atas rakit. dok BPBD MelawiPersonel BPBD Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi mengatakan, banjir setinggi 2 meter yang merendam tiga kecamatan telah mengakibatkan akses transportasi terputus. Akses transportasi dari dan ke Kecamatan Nanga Pinoh hanya bisa dilalui sepeda motor roda dua, itu pun harus dinaikkan ke atas rakit.

MELAWI, KOMPAS.com – Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi mengatakan, banjir setinggi 2 meter yang merendam tiga kecamatan telah mengakibatkan akses transportasi terputus.

Akses transportasi dari dan ke Kecamatan Nanga Pinoh hanya bisa dilalui sepeda motor roda dua, itu pun harus dinaikkan ke atas rakit.

“Akibat banjir tersebut, ratusan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan akses jalan dari dan menuju Kecamatan Nanga Pinoh hanya dapat dilalui menggunakan kendaran doa yang dinaikkan ke rakit,” kata Tris dalam keterangan videonya, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Banjir Setinggi 2 Meter Rendam 3 Kecamatan di Melawi Kalbar

Selain itu, banjir juga mengakibatkan aktivitas pasar sayur Nanga Pinoh berpindah lokasi ke sekitar Tugu Juang yang berada relative di datarang tinggi.

“Untuk sementara telah terdapat tempat pengungsian yang disediakan oleh BPBD Melawi, yaitu di gedung serba guna,” ujar Tris.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 19 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terendam banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter.

Sedikitnya 19 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat terendam banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Dampaknya ada ribuan warga yang telah mengungsi ke dataran lebih tinggi atau ke rumah kerabat.dok BPBD Melawi Sedikitnya 19 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat terendam banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Dampaknya ada ribuan warga yang telah mengungsi ke dataran lebih tinggi atau ke rumah kerabat.

Dampaknya ada ribuan warga yang telah mengungsi ke dataran lebih tinggi atau ke rumah kerabat.

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi mengatakan, 3 kecamatan yang dilaporkan banjir adalah Kecamatan Nanga Pinoh; Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Sayan.  

“Genangan air sudah mencapai 2 meter lebih. Bahkan di Nanga Pinoh (ibu kota kabupaten), banjir telah memutus arus transportasi,” kata Tris.

Baca juga: Wamen LHK Batalkan Kunjungan ke Desa Kinipan Kalteng karena Banjir

Tris mengimbau masyarakat yang tinggal di dataran rendah agar selalu waspada. Sebab, saat ini debit air terus naik karena curah hujan masih tinggi.

“Di wilayah Kota Nanga Pinoh saat ini sudah sebanyak 60-70 persen terendam banjir,” ujar Tris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X