Tujuh Kantor BNI di Yogyakarta Tutup, 5 Karyawan Positif Corona

Kompas.com - 11/09/2020, 17:01 WIB
Kantor BNI Beringharjo sebelum ditutup pada Jumat (11/9/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKantor BNI Beringharjo sebelum ditutup pada Jumat (11/9/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh kantor Bank BNI di Kota Yogyakarta ditutup selama 14 hari.

Surat berisikan penutupan kantor cabang itu dibenarkan oleh Head of Region Kanwil BNI Yogyakarta Moh Hisyam.

Dia mengungkapkan, penutupan itu disebabkan ada 5 karyawan BNI yang terkonfirmasi positif.

Penutupan dilakukan pada tanggal 14 September 2020 hingga 28 September 2020. Lalu mulai operasional pada tanggal 28 September 2020.

Baca juga: Kontak Erat dengan Plt Bupati Kutai Timur, Seorang Anggota Timses Positif Covid-19

Pihak BNI menutup sementara 7 kantor di  Kota Yogyakarta untuk melakukan disinfeksi di tiap kantor.

"Pegawai yang tertular bukanlah pegawai yang berhubungan langsung dengan masyarakat, tetapi karyawan yang tertular merupakan back office di BNI," katanya, Jumat (11/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hisyam menjelaskan, saat ini BNI sudah menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai contoh, BNI melakukan pengecekan kesehatan terhadap karyawan secara rutin.

Periode pertama adalah pada bulan Mei 2020, BNI melakukan rapid test kepada seluruh karyawan dan didapati sebanyak 9 pegawai hasil tes reaktif.

"Setelah dilakukan isolasi mandiri dan ditindaklanjuti dengan swab, ternyata semuanya negatif," katanya.

Baca juga: Jubir Satgas: Mau PSBB atau Tidak, jika Kita Disiplin Kasus Covid-19 Terkendali

Temuan sebanyak 5 orang positif didapat pada tes kesehatan periode kedua.

Tidak hanya di Yogyakarta saja, beberapa kantor cabang BNI di Solo dan Boyolali juga melakukan hal yang sama.

"Jadi ini adalah paruh kedua, beberapa cabang kita juga sudah melakukan, di Solo, Boyolali, secara berkala kita lakukan. Ini adalah fase kedua atau periode kedua kita melakukan pengecekan kesehatan kepada seluruh karyawan kita," kata Hisyam.

Setelah dilakukan tes pada fase kedua, ditemukan 12 orang yang hasil rapid test-nya reaktif. Kemudian, dilakukan tindakan lanjutan berupa swab test dengan hasil 5 orang positif Covid-19.

Dari kelima orang tersebut, 4 orang berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan satu orang dirawat di rumah sakit.

"Dengan kondisi ini, kita asumsikan bahwa karyawan back office, yang contactless dengan nasabah. Atau, tidak berhubungan langsung dengan nasabah. Tapi, pertanyaannya, apakah ini cukup? Menurut saya belum. Karena kita merasa belum cukup, tracing ini kita naikkan ke level II-nya. Level II ini adalah siapa yang berhubungan langsung dengan lima karyawan ini, dan lima karyawan itu berhubungan lagi dengan siapa," jelasnya.

Dari hasil tracing, ditemukan ada sebanyak 80 orang yang melakukan kontak erat dengan lima karyawan yang terkonfirmasi positif.

"Tes kesehatan pada periode ketiga akan dilakukan pada bulan Desember," katanya.

Saat ini telah dilakukan proses sterilisasi selama 3 hari. Proses sterilisasi butuh waktu karena menggunakan disinfektan khusus, tidak bisa sembarangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X