Ini Aturan Pernikahan dan Ibadah di Masa PSBB Kota Serang

Kompas.com - 11/09/2020, 16:04 WIB
Wali Kota Serang Syafrudin saat simulasi pelaksanaan resepsi pernikahan IstimewaWali Kota Serang Syafrudin saat simulasi pelaksanaan resepsi pernikahan

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Serang, Banten, sudah menetapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 10 hingga 24 September 2020.

Sejumlah pembatasan dilakukan di setiap kegiatan masyarakat, baik keagamaan, perekonomian, bahkan sosial seperti resepsi pernikahan.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 36 tahun 2020 yang ditanda tangani Wali Kota Serang Syafrudin 9 September 2020, pernikahan masih diperbolehkan.

Namun syaratnya harus dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dengan dihadiri 10 orang dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Besok PSBB, 8 Check Point Akan Disiapkan di Pintu Masuk Kota Serang

Jikapun ada masyarakat melakukan resepsi pernikahan, tamu undangan dibatasi 30 persen dengan kapasitas tempat atau gedung.

Menjaga jarak minimal satu meter antar tamu, kemudian meniadakan acara hiburan atau live music.

"PSBB bukan untuk menutup, tapi membatasi, semua kegiatan dibatasi. Misal gedung kapasitas 100 menjadi 30 persen saja," ujar Wali Kota Serang Syafrudin kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

Syafrudin memastikan, pada masa PSBB tempat ibadah tidak ditutup. Namun, jemaah dan pengurus menerapkan protokol kesehatan

"Silakan masyarakat beribadah di masjid dan tempat ibadah lainnya. Yang penting ada pembatasan kapasitas, protokol kesehatan," tegasnya.

Baca juga: Hari Pertama PSBB, Wawali Serang Marahi 2 Pejabat dan Salah Satunya Push Up

Diketahui, Wali Kota Serang Syafrudin memutuskan untuk menerapkan PSBB sesuai dengan instruksi dari Gubernur Banten melalui Surat Keputusan Nomor 443/Kep.209-Huk/2020 tentang penetapan PSBB di Provinsi Banten dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Serang, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 110 orang. Terdiri dari pasien dirawat 49, sembuh 57 orang dan meninggal 4 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X