3 OPD Diminta Pasang Bendera Hitam di Kantor, Ini Alasan Bupati Sragen

Kompas.com - 10/09/2020, 21:05 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIBupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

KOMPAS.com - Sebanyak tiga organisasi perangkat daerah ( OPD) di Sragen, Jawa Tengah diminta Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk memasang bendera hitam di depan kantor.

Hal itu, menurut Bupati Yuni, disebabkan serapan anggaran ketiga OPD tersebut tidak sesuai target.

"Serapan anggaran yang paling rendah kita berikan teguran dan punishment. Saya suruh pasang bendera hitam di depan dinas yang serapannya paling rendah," kata Yuni di Sragen, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2020).

Ketiga OPD itu adalah Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Baca juga: Bupati Sragen Minta 3 Dinas dengan Serapan Anggaran Rendah Pasang Bendera Hitam

Alasan

Menurut Yuni, kebijakan itu karena ketiga dinas tersebut tidak mencapai target.

Yuni mengatakan, saat ini tercatat serapan anggaran Disparpora baru mencapai sekitar 15 persen, DPUPR sekitar 24 persen dan Disdikbud baru sekitar 16 persen.

"Padahal harusnya targetnya semua serapan anggaran minimal di bulan-bulan ini itu sudah 60-an persen seperti yang diinstruksikan Pak Presiden dan juga Pak Gubernur," katanya.

Bendera dipasang sampai hasil evaluasi keluar

Yuni mengatakan, pemasangan bendera hitam tersebut akan berlangsug hingga ada evaluasi serapan anggaran berikutnya dilakukan.

"Saya meminta pasang (bendera hitam) di depan kantor masing-masing sampai dengan evaluasi kita berikutnya," terang dia.

Baca juga: Bus Trans Jateng Koridor Solo-Sragen Beroperasi, Tarif Gratis 9 Hari ke Depan

Selain memberi teguran kepada ketiga OPD, Yuni juga memberikan apresiasi kepada sejumlah dinas yang berhasil mencapai target, antara lain Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas), Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

"Cara ngepush-nya (meningkatkan) tentu saja kalau dia (DPUPR) berarti dia harus cepat lelangnya. Kemudian Disparpora ya segera kalau memang sudah lelang, ya laksanakan. Jadi, nanti bulan depan semua target bisa terpenuhi," terangnya.

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Kronologi Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Terdampak Banjir Kalsel, Desa Dayak Meratus Rusak Diterjang Longsor, Warga: 4 Lumbung Padi Kami Rusak

Terdampak Banjir Kalsel, Desa Dayak Meratus Rusak Diterjang Longsor, Warga: 4 Lumbung Padi Kami Rusak

Regional
Ada Tulisan Bahasa China, Benda Mirip Rudal di Anambas Hebohkan Warga, Ini Faktanya

Ada Tulisan Bahasa China, Benda Mirip Rudal di Anambas Hebohkan Warga, Ini Faktanya

Regional
Cerita Kakek Saleh, Tiga Hari Tak Pulang Cari Sapi Sapinya yang Hilang

Cerita Kakek Saleh, Tiga Hari Tak Pulang Cari Sapi Sapinya yang Hilang

Regional
Viral Video Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Pelaku Ternyata Pamannya

Viral Video Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Pelaku Ternyata Pamannya

Regional
Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X