Kompas.com - 08/09/2020, 06:00 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyerahkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian di halaman depan Tajug Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyerahkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian di halaman depan Tajug Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020).

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah untuk terus mendorong agar petani meningkatkan produksi padinya dengan diberi insentif. Hal itu untuk mencegah krisis pangan di era pandemik ini.

Dedi mengatakan ia sebelumnya sudah memprediksi bahwa di era pandemik ini, negara-negara lain akan mempertahankan produksi pertanian untuk kepentingan mayarakatnya.

Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, mereka juga akan mengerem eskpor kebutuhan pokok agar di negaranya tercukupi.

Untuk itu, Dedi mengatakan, Indonesia juga harus meningkatkan produksi kebutuhan pokok, terutama beras, agar stok ke depan tetap aman.

Baca juga: Petani Karawang Terpaksa Beli Pupuk Non-subsidi, Biaya Produksi Naik 3 Kali Lipat

Agar tingkat produksi meningkat, Dedi meminta pemerintah untuk memberi insentif produksi kepada petani.

"Sekarang rata-rata petani tanam 3 kali nih walau dipaksakan, sehingga mereka perlu didorong ketersediaan pupuk, obat-obatan dan subsidi pupuk ditambah karena ini kebutuhan pokok," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Senin (7/9/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, pemerintah harus mendorong agar petani yang memiliki lahan produksi di bawah 1 hektare dan juga buruh tani, agar diberi insentif setiap bulan untuk meningkatkan upah kerja.

Kemudian program dan proyek padat karya diarahkan untuk sektor produksi. Program dimaksud misalnya perbaikan irigasi tersier dan membuka lahan baru.

Contohnya, lahan tidur milik PTPN maupun Perhutani bisa dimanfaatkan untuk menanam padi dan tanaman kebutuhan pokok lainnya. Termasuk juga lahan untuk properti yang belum dipakai bisa dimanfaatkan untuk menanam.

"Sehingga saya ingin pada November ini ada tambahan 100.000 hektare areal baru," ujar Dedi.

Dedi juga mengimbau pelajar yang menganggur agar menanam padi dan tanaman yang lainnya dengan memanfaatkan media ember, bekas botol air mineral dan pipa.

"Kini semua difokuskan untuk menanam, jadi tidak melulu sawah. Kalau ini digerakkan, saya yakin (stok kebutuhan pokok) kita akan aman," tandas anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.

Baca juga: Rizal Ramli: Negara-negara Produsen Beras Mulai Mengerem Ekspor

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengingatkan bahwa Indonesia harus bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebab, impor beras kemungkinan akan sedikit karena negara-negra produsen beras mulai mengerem ekspor. Hal itu dilakukan agar kebutuhan pokok rakyatnya tercukupi. Negara-negara produsen beras dimaksud adalah Thailand dan Vietanam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X