Pedagang Kelontong di Yogyakarta Meninggal karena Covid-19, 2 Anggota Keluarga Ikut Tertular

Kompas.com - 02/09/2020, 15:48 WIB
Wakil walikota, Heroe Poerwadi saat ditemui setelah gelar apel pasukan untuk mengamankan libur panjang di Taman Parkir Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Jumat (20/8/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoWakil walikota, Heroe Poerwadi saat ditemui setelah gelar apel pasukan untuk mengamankan libur panjang di Taman Parkir Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Jumat (20/8/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengumumkan seorang pedagang kelontong di Kecamatan Danurejan, Yogyakarta, meninggal dunia dengan status positif Covid-19 di Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

Berdasarkan hasil tracing ditemukan dua anggota keluarga terpapar Covid-19.

"Memang ada kasus itu (meninggal dengan status Covid), pedagang toko kelontong lalu dilakukan swab kepada keluarganya sebanyak 4 orang. Dengan rincian, 1 negatif, dua positif, dan satu belum ada hasil," ujar  Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melalui keterangan tertulis, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Penularan Covid-19 di Yogyakarta Banyak Terjadi di Lingkungan Keluarga

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya telah meminta toko kelontong tersebut untuk tutup sementara waktu.

"Sudah (kita minta toko kelontong untuk tutup)," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta saat ini mewaspadai penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

Baca juga: Imbas Munculnya Klaster Penjual Soto, Satu RT di Yogyakarta Di-lockdown

Selain itu, kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta juga banyak ditemukan berasal dari pasien positif asimptomatik atau tanpa gejala.

"Fenomena yang banyak ditemukan sekarang adalah penularan dalam keluarga, ada beberapa kasus penularan dalam keluarga seperti di Warungboto (kelurahan), di Kecamatan Keraton ditemukan satu keluarga, Gondokusuman, di Ngampilan juga ditemukan," ungkap Heroe, Senin (31/8/2020).

Penularan Covid-19 di lingkungan keluarga disebabkan adanya seseorang yang terpapar di tempat kerja kemudian menulari anggota keluarga di rumah.

"Tempat kerja ada memang beberapa perjalanan keluar daerah. Antara rumah dan tempat kerja ketika tracing hasilnya banyak di keluarga dan tempat kerja, karena saat istirahat copot masker dan lupa pakai lagi," katanya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X