Pemateri Pelatihan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dinas Koperasi Magetan Ditutup

Kompas.com - 01/09/2020, 17:14 WIB
Bupati Magetan Suprawoto. Pemkab Magetan menutup sementara pelayanan DInas Koperasi dan Usaha Mikro pasca pemateri dalam kegiatan pelatihan terkonfirmasi posirif virus corona. KOMPAS.COM/SUKOCOBupati Magetan Suprawoto. Pemkab Magetan menutup sementara pelayanan DInas Koperasi dan Usaha Mikro pasca pemateri dalam kegiatan pelatihan terkonfirmasi posirif virus corona.

MAGETAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menutup Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro selama empat hari setelah seorang pemateri dalam pelatihan tata rias dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelatihan tata rias itu digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Baca juga: Terkait Subsidi Kuota, Pemprov: 55 Persen Pelajar di Papua Tak Bisa Akses Internet

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, penutupan dinas dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai dan peserta pelatihan menjalani tes cepat dan tes usap Covid-19.

”Dinkop kita lockdown, jadi minimal empat hari kita tutup kantornya supaya tidak menyebar,” kata Suprawoto di Pendopo Surya Graha usai melantik Dirut PDM Lawu Tirta, Selasa (01/09/2020).

Meski menutup Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Pemkab Magetan tak menghentikan pelatihan tata rias tersebut.

Pelatihan tetap digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pelatihan tata rias itu telah digelar sebanyak dua kali, pada 18-19 Agustus dan 24-25 Agustus 2020. Sebanyak 80 orang mengikuti pelatihan itu. 

Mereka terdiri dari 40 model dan 40 peserta pelatiham.

"Kita swab, saya tidak menganjurkan berhenti semua. Kita harus patuhi protokol kesehatan, jangan berhenti total,” jelas Suprawoto.

Sementara itu, Ketua Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Didik Setyo Margono mengatakan, sebanyak 36 dari 40 model yang mengikuti pelatihan itu telah menjalani tes usap.

Baca juga: Video Viral Pasangan Mesum di Siang Hari, Walkot Tutup Taman Maramis

Sementara 40 peserta kegiatan pelatihan melakukan rapid test di puksesmas tempat tinggal masing-masing.

“Yang sudah swab modelnya 36 dari 40 model dan yang rapid test laporannya 16 dari 40 peserta,” jelas Didik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X