Rusak Fasilitas Ruang Paripurna DPRD Makassar Saat Demo, 16 Mahasiswa Diamankan

Kompas.com - 01/09/2020, 14:58 WIB
Beberapa mahasiswa HMI saat memasuki ruang rapat paripurna kantor DPRD Kota Makassar yang berada di lantai 3, Selasa (1/9/2020). Dok IstimewaBeberapa mahasiswa HMI saat memasuki ruang rapat paripurna kantor DPRD Kota Makassar yang berada di lantai 3, Selasa (1/9/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 16 mahasiswa diamankan polisi usai merusak beberapa fasilitas ruang rapat paripurna kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan AP. Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (1/9/2020).

Aksi tersebut dilakukan saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Tamalate menggelar aksi demo di kantor DPRD mengenai transparansi pengalokasian anggaran dana Covid-19.

"Sudah 16 yang diamankan dan kini semuanya masih diperiksa di Polrestabes Makassar," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus melalui telepon, Selasa siang.

Baca juga: Kapolres Pelabuhan Makassar Ungkap Hasil Penyelidikan Penembakan Warga

Sementara itu Kapolsek Rappocini Kompol Ashari mengungkapkan perusakan itu terjadi usai mahasiswa tidak berhasil menemui satu pun anggota DPRD Kota Makassar. 

Ashari menyebut, para mahasiswa tersebut sebelumnya bahkan menginap di kantor DPRD Kota Makassar untuk memprotes penggunaan anggaran dan Covid-19 yang dianggap tidak transparan.

Puncak kekesalan mahasiswa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Mahasiswa akhirnya mengeruduk ruang rapat paripurna anggota DPRD yang berada di lantai 3.

Setelah masuk, mereka lalu merusak dan membanting kursi, meja hingga papan presidium yang ada di dalam ruangan itu.

"Koordinator lapangannya sudah dibawa untuk dimintai keterangan sementara di Polrestabes. Teman-temannya ikut juga ke sana," kata Ashari saat diwawancara wartawan di lokasi.

Baca juga: Penembakan 3 Warga di Makassar, 16 Polisi Diperiksa dan Senjata Penembak Disita

Selain mendesak transparansi pengalokasian dana Covid-19, Ashari juga mengatakan para mahasiswa menuntut pemerintah dan DPRD Kota Makassar membuat portal online pengelolaan anggaran dana COVID-19. 

Kini, polisi masih berjaga di kantor DPRD Makassar untuk meredam aksi susulan dari mahasiswa. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X