Mengeluh Penghasilan Suami Hanya Rp 50.000, Ibu Muda Dianiaya sampai Memar

Kompas.com - 26/08/2020, 06:03 WIB
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - SC (23), seorang ibu muda di Palembang, Sumatera Selatan, harus mengalami luka memar di bagian wajah seusai dianiaya oleh suaminya sendiri.

Akibat kejadian tersebut, SC pun melaporkan AS (25) yang merupakan suaminya ke Polrestabes Palembang, Selasa (25/8/2020).

Korban mengatakan, kejadian itu bermula saat ia menjemput AS di tempatnya bekerja dengan menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Pengakuan IRT Asal Lampung yang Diupah Rp 10 Juta Jadi Kurir Sabu: Tidak Tahu Bungkusan yang Dibawa Isinya Narkoba

Istri mengeluh, suami emosi

Di tengah perjalanan, SC mengeluhkan pendapatan suaminya itu lantaran hanya Rp 50.000.

AS yang mendengar keluhan istrinya tersebut langsung emosi. AS langsung menghantam muka istrinya tersebut menggunakan sikut hingga kacamata korban pecah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak sampai di situ, aksi penganiayaan itu juga berlangsung di rumah kontrakan mereka di kawasan Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang.

"Saya awalnya nanya, hari ini kerja dapat berapa. Dia bilang Rp 50.000. Saya terkejut dia bilang begitu karena biasanya sehari Rp 200.000 sampai Rp 300.000, ternyata dia marah langsung memukul saya menggunakan sikut," kata AS saat membuat laporan.

Baca juga: Ibu Muda Simpan Mayat Bayinya di Tas Semalam, Dilahirkan Sendiri di Kantor BUMN

Nikah muda, suami berkali-kali lakukan KDRT

Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu bukan kali ini saja dialami oleh SC. Ia mengaku, jarinya sempat nyaris patah seusai dipukul oleh terlapor karena hanya masalah sepele.

"Sebenarnya ini sudah sering terjadi selama lima tahun kami menikah. Saya bertahan karena memikirkan anak kami yang masih kecil. Sekarang saya sudah tidak tahan lagi dan ingin kasus ini diproses hukum," ujar korban.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang Iptu Marwan mengatakan, saat ini laporan korban telah diterima untuk dilakukan tindak lanjut.

"Korban akan dimintai keterangan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait kasus ini," singkat Marwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.