Kompas.com - 23/08/2020, 06:02 WIB
Salah satu tempat wisata yang beroperasi di masa PSBB pra-akb bertepatan libur panjang. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSalah satu tempat wisata yang beroperasi di masa PSBB pra-akb bertepatan libur panjang.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat memberikan surat teguran pertama kepada sejumlah pengelola tempat wisata dan penginapan di Kabupaten Bogor.

Teguran itu diberikan karena para pengelola dinilai tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Ketua Divisi Pengamanan dan Penanganan Gugus Tugas Jabar Dedi Taufik mengatakan, pihaknya mendapati penyedia jasa wisata serta pengunjung yang tidak memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Imbas Libur Panjang, Jalur Puncak Bogor Diprediksi Padat, Polisi Akan Berlakukan Sistem One Way

Misalnya mengenai penggunaan masker dan menjaga jarak saat libur panjang akhir pekan.

Selanjutnya, menurut Dedi, jika masih ada pengelola wisata yang tidak disiplin, maka pihaknya akan memberikan sanksi berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran tertib kesehatan.

"Itu kan teguran dulu, nanti kita lihat lagi, evaluasi lagi. Kalau sampai ketiga kali, baru nanti kita akan memberikan sanksi," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/8/2020).

Dedi mengakui bahwa surat teguran itu diberikan setelah rentetan kondisi yang terjadi di kawasan wisata Puncak Bogor selama masa libur panjang pada 15-17 Agustus 2020.

Dia menyebut bahwa ribuan pengunjung yang memadati kawasan Puncak Bogor saat itu bisa saja menimbulkan klaster baru penularan virus corona.

Dalam catatannya, ada sebanyak empat pengelola wisata dan penginapan yang melanggar, yakni Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Taman Wisata Matahari (TWM), Pesona Alam Resort and Spa, dan The Grand Hill Resort Hotel.

"Kan itu amanat dari Pergub 60, berarti kita harus melakukan itu, terutama pariwisata harus mengindahkan yang namanya protokol kesehatan, kemudian juga kapasitas. Nah itu yang terjadi tidak menggunakan masker di tempat wisata dan itu sudah harus ditindak," kata dia.

Adapun isi poin penting dalam surat teguran itu adalah membludaknya pengunjung tanpa memperhatikan protokol kesehatan, tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak, sehingga dianggap meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Kemudian, pengelola dianggap tidak mampu dalam mengantisipasi kerumunan, serta mendisiplinkan pengunjung, karena akan semakin meningkatkan risiko terpapar Covid-19.

Surat bernomor 410/32 ini juga menegaskan agar pengelola kawasan dibantu Gugus Tugas Kabupaten Bogor untuk melakukan tindakan penegakan disiplin sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kan yang bisa menahan wisatawan, pelaku industri pariwisatanya dong. Seharusnya membatasi gitu kan. Terus punya Gugus Tugas (Kabupaten Bogor) juga untuk mengawasi yang tidak menggunakan masker, kan gitu, berbagi peran lah," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X