Imbas Libur Panjang, Jalur Puncak Bogor Diprediksi Padat, Polisi Akan Berlakukan Sistem "One Way"

Kompas.com - 21/08/2020, 06:28 WIB
Kondisi lalu lintas di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, padat sejak libur panjang 1 Muharram 1422 H. KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANKondisi lalu lintas di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, padat sejak libur panjang 1 Muharram 1422 H.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepadatan volume kendaraan diprediksi akan terjadi saat akhir pekan nanti tepat pada Sabtu (22/8/2020) hingga Minggu (23/8/2020).

Sebab, arus lalu lintas yang mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, mengalami kemacetan sejak berlangsungnya libur panjang Tahun Baru Islam 1442 H.

"Prediksi puncaknya (kepadatan arus lalu lintas) hari Sabtu karena banyaknya kendaraan wisatawan yang akan ke arah Puncak Bogor dan arah sebaliknya," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra Zuanda, Kamis (20/8/2020).

Baca juga: Puncak Bogor Macet Parah pada Malam HUT Ke-75 RI, Taman Safari: Bukan Salah Kami

Supaya tidak terjadi kemacetan, Kepolisian Resor Bogor akan terus memberlakukan rekayasa one way atau satu arah secara bergantian.

Adapun durasi pemberlakuan one way tersebut tentunya akan bersifat tentatif.

Yang jelas, kata Fitria, one way akan dihentikan atau berakhir setelah kendaraan dari arah Puncak ke Jakarta atau sebaliknya perlahan berkurang.

"Saya sudah sering kali sampaikan, waktu one way itu situasional, kita melihat volume kendaraan, karena one way untuk menguras kendaraan," ujar dia.

Baca juga: Warganya Meninggal karena Covid-19, Alami Happy Hypoxia, Bupati Banyumas: Orangnya Kelihatan Gembira, Tak Batuk Pilek

Selain itu, pihaknya juga telah menyiagakan sebanyak 360 personel gabungan dari berbagai instansi di wilayah Kabupaten Bogor.

Jumlah personel gabungan tersebut terdiri dari 200 personel Polres Bogor, 20 personel TNI, 60 personel Dinas Perhubungan, 50 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan 30 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Mereka akan disebar di 10 lokasi titik yang rawan kemacetan dan penumpukan kendaraan di sepanjang jalur Puncak.

Seperti diketahui, 10 titik rawan kemacetan itu, yakni Simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Megamendung, Cisarua, Jatiwangi, Taman Safari Indonesia, Ciburial, Gunung Mas, dan Masjid Attawun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X