Mengenal Sina Beranti, Pakaian Pengantin Adat Suku Tidung di Uang Pecahan Rp 75.000

Kompas.com - 19/08/2020, 05:00 WIB
Uang baru edisi kemerdekaan ke-75 RI yang dirilis Bank Indonesia, Senin (18/8/2020)

Bank IndonesiaUang baru edisi kemerdekaan ke-75 RI yang dirilis Bank Indonesia, Senin (18/8/2020)

Prosesi pernikahan Suku Tidung

Layaknya pernikahan pada umumnya, Suku Tidung juga memiliki prosesi tersendiri yang dilakukan turun temurun.

Dimulai dari proses melamar atau Berseluan, yaitu mengidentifikasi calon menantu.

Dalam tahap ini, pihak laki laki yang melamar akan dipanggil dan disuruh mencari kutu rambut di kepala calon mertua, selama tiga kali.

"Kalau telaten, maka dia akan menjadi menantu, sebaliknya kalau uring–uringan maka pernikahan tidak akan terjadi alias batal," tutur Sura’i lebih lanjut.

Baca juga: Dapatkan Uang Rp 75.000 Edisi Kemerdekaan, Warga: Tidak Sesulit yang Dipikirkan

Tahap selanjutnya adalah Beukum, sebuah proses menyampaikan kata–kata non verbal, dengan cara mengikat daun sirih lalu melemparkannya ke pihak perempuan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika perempuan membalas lemparan artinya lamarannya diterima.

Berdasarkan kepercayaan Suku Tidung, daun sirih adalah lambang kehidupan.

Dalam keseharian mereka, daun sirih dijadikan obat–obatan dan untuk terhindar dari sihir.

Melangkah ke tahapan Egatod, yaitu pengantaran mahar.

Dalam tahap ini, keluarga pelamar berbalas pantun khas Tidung, yang intinya adalah ingin menjalin keluarga besar dengan keluarga perempuan.

Usai berbalas pantun, proses berlanjut ke tahap Beukum.

Di sini, terjadi transaksi tawar menawar mahar atau seserahan untuk calon mempelai wanita, hingga kesepakatan hari pernikahan atau Be Irau (pesta).

Jika sudah diputuskan oleh kedua belah pihak, maka ritual adat bernama Kiwon Bepupur dimulai, pupur basah dari kembang tujuh rupa, tepung beras, beras ketan hitam dan putih dicampurkan menjadi satu, lalu dibalurkan kepada kedua calon mempelai.

"Memiliki arti menghilangkan sengkala, jadi kedua calon mempelai kembali ke fitrah, dan gangguan di badannya akan bersih setelah prosesi Bepupur," imbuhnya.

Biasanya di panggung pengantin terdapat hiasan dua ekor naga merah yang menurut kepercayaan leluhur disebut Pegelian, yaitu makhluk misterius yang tak pernah dilihat tapi selalu membantu Suku Tidung dan sewaktu–waktu bisa dipanggil saat mendapat kesulitan dan rintangan.

Proses berikutnya adalah menuju pelaminan atau Belamin. Belamin memiliki arti bersatunya dua orang berlainan jenis menjadi keluarga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X