Kata Nabi Tertulis Babi, Puluhan Buku Agama Ditarik Aparat

Kompas.com - 13/08/2020, 11:58 WIB
Ilustrasi buku Thinkstock/EncrierIlustrasi buku

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Puluhan buku berisi materi agama dan budi pekerti di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, ditarik aparat dari peredaran karena ditemukan dugaan salah ketik kata " nabi" menjadi " babi".

Kejadian yang dinilai sensitif tersebut pertama kali diketahui orangtua murid yang menerima edaran buku untuk siswa sekolah dasar.

"Buku tersebut beredar di SD 12 Pangkalpinang. Dalam soal buku terdapat kata yang bisa menimbulkan salah paham di masyarakat yaitu (di awal) kalimat ' Babi'," kata Kasi Intel Kejari Pangkalpinang, Ryan Sumartha saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Kata "babi" tersebut bersanding dengan salah satu nama nabi dalam soal nomor 15 pilihan berganda terkait materi kejujuran dan kebaikan.

Ryan menuturkan, tim intelijen Kejari Pangkalpinang telah meminta kepala sekolah agar tidak menyebarkan buku tersebut. Sedangkan yang sudah beredar agar diambil untuk dititipkan di kejaksaan.

"Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang untuk menarik buku tersebut jika ada yang sudah menerima," ujar Ryan.

Tercatat dari SD 12 telah dititipkan sejumlah 25 buku dan juga ditemukan di SD 65 Pangkalpinang sebanyak 30 buku.

Kejaksaan, kata Ryan, belum bicara soal tersangka karena masih dalam pengawasan terkait peredaran buku tersebut.

Baca juga: Kirim dari Aceh ke Bogor, Pengedar Bungkus Paket Ganja Pakai Buku LKS

Informasi peredaran buku agama yang diduga salah ketik tersebut menyebar cepat di berbagai kanal media sosial.

Aparat lintas sektoral kini masih terus berkoordinasi untuk menelusuri keberadaan buku sekaligus meredam kemungkinan terjadinya gejolak di tengah masyarakat.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X