Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Kompas.com - 07/08/2020, 18:54 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi

MAKASSAR, KOMPAS.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Selatan,Judi Rahadjo menilai PLN tidak boleh melimpahkan kesalahan pencatatan meteran listrik kepada konsumen hingga harus membayar Rp 19 jutaan.

“Tidak bisa dong, kesalahan dilimpahkan kepada konsumen. Mekanismenya kan ada pada PLN. Kesalahan itu bukan pada ibu selaku konsumen, tetapi pihak PLN sendiri. Ibu itu kan membayar setiap bulan dan rutin melakukan pembayaran,” kata Judi ketika dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Judi menilai, ibu dengan nama akun Twitter @ummudaardaa yang memposting tagihan listrinya hingga mencapai Rp 19.675.707 itu tentu mempunyai bukti-bukti pembayaran bulan-bulan sebelumnya. Dari situlah, permasalahan ini perlu diluruskan.

“Saya pikir, konsumen tidak bisa disalahkan karena ini soal pencatatan hingga terjadi kekeliruan dan sebagainya. Tidak mungkin terjadi lonjakan seperti itu. Kalau mau bukti, gampang sekali dilihat berapa watt konsumsinya ibu itu. Tapi Kalau golongan daya 900 watt, saya rasa tidak mungkinlah tagihannya seperti itu Rp 19 jutaan,” tuturnya.

Baca juga: Unggahan Viral Tagihan Listrik Warga Makassar Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN

Judi mengatakan, perlunya tradisi konsumen melakukan pencatatan meteran listrik di rumahnya sendiri. Kalaupun terjadi lonjakan pembayaran, harus dipertanyakan kepada pihak PLN.

“Apakah datanya ini valid atau tidak?,” jelasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya telah diberitakan, seorang warga Kota Makassar dengan nama akun twitternya ummudaardaa memposting tagihannya listriknya hingga mencapai Rp 19.675.707.

Ibu ini pun memprotes pihak PLN dan mengunggah tagihan listrik di rumahnya.

Baca juga: Kebahagiaan Dua Nenek di Wonogiri, Didatangi Ganjar dan Dapat Listrik Gratis

Sementara itu, Humas PLN Sulselrabar, Eko Wahyu yang dikonfirmasi, Kamis (6/8/2020) menjelaskan, bahwa tagihan listrik ibu tersebut sudah benar adanya.

Di mana tagihan listrik itu tertumpuk, akibat terjadi salah pencatatan selama dua tahun terakhir.

Tagihan listrik ibu itu sudah benar Rp 19 jutaan, karena adanya Kwh yang belum tertagih pada bulan-bulan sebelumnya. Selama dua tahun terakhir, ibu itu membayar murah tagihan listriknya karena terjadi salah pencatatan oleh petugas,” jelas Eko. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X