Pelaku Teror Order Fiktif di Kendal Ditangkap: Saya Melakukan karena Dendam

Kompas.com - 03/08/2020, 14:03 WIB
NW, pelaku teror order fiktif. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINNW, pelaku teror order fiktif. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN

KENDAL, KOMPAS.com- Polisi menangkap pelaku teror fiktif yang menggegerkan warga Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal, Jawa Tengah.

Pelaku berinisial NW (23) ditangkap di rumahnya, Kota Semarang, Jawa Tengah.

NW mengaku teror yang dilancarkan kepada Titik (20) warga Desa Jungsemi selama dua tahun belakangan, karena sakit hati.

Baca juga: Cerita Titik, Diteror Order Fiktif Selama 2 Tahun Setelah Tolak Cinta Temannya

Perempuan itu kesal karena pernah dipukul oleh seorang teman Titik.

“Saya tidak kenal dengan dia. Tapi mungkin temannya Titik,” kata NW di Polres Kendal, Senin (3/8/2020).

NW memang kenal dengan Titik. Kedua pernah bekerja dalam satu tempat yang sama di Semarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, NW membantah tudingan teror itu dilakukan karena cintanya pernah ditolak Titik.

Baca juga: Setelah Paket Berisi Tengkorak, Pengusaha di NTB Dapat Teror Kain Kafan

Teror dengan cara mengirimkan barang yang tidak pernah dipesan korbannya dilakukan karena dendam pernah dipukul teman Titik.

“Kami melakukan perbuatan itu, benar- benar karena dendam,” tegasnya.

 

Agar tetap tahu keberadaan Titik, NW menggunakan aplikasi tertentu yang tidak diungkapkan.

Barang-barang kiriman untuk meneror selalu dipesannya melalui fasilitas jual beli yang ada di Facebook.

“Jika dia mau dibayar di tempat, langsung saya suruh kirim ke alamatnya Titik,” ujarnya.

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana sudah mendengar alasan NW meneror Titik dengan barang yang tidak pernah dipesan. Namun, polisi tetap menyelidiki kebenaran dalih tersebut.

Baca juga: Pelaku Order Fiktif di Kalbar Ditangkap, Korban Rugi 2 Kali Lipat

Kini NW sudah berada dalam tahanan Polres Kendal. Ponsel, kartu sim, dan akun Facebook yang digunakan untuk meneror Titik sudah disita polisi.

Dia bakal dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena dianggap memanipulasi informasi elektronik.

NW terancam hukuman penjara paling lama enam tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X