Ribuan Mahasiswa Pulang Kampung Saat Pandemi, Yogyakarta "Kehilangan" Rp 27 Miliar Per Hari

Kompas.com - 26/07/2020, 17:27 WIB
UTBK 2020 di UGM Dok. UGMUTBK 2020 di UGM
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, ribuah mahasiswa Yogyakarta yang berasal dari luar daerah memilih pulang kampung. Akibatnya, Yogyakarta kehilangan potensi uang yang berputar hingga Rp 27 miliar per hari.

Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia wilayah Yogyakarta Prof Fathul Wahid dilansir dari VOA Indonesia.

Fathul Wahid, yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi pembicara dalam diskusi daring Persiapan Kebiasaan Baru pada Perguruan Tinggi di DIY.

Baca juga: Viral, Foto Mahasiswa Ikut Wisuda Online Sambil Duduk di Pelaminan, Ini Ceritanya

Diskusi pada Rabu (22/7/2020) diselenggarakan Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menyebut saat ini di Yogyakarta ada sekitar 130 perguruan tinggi negeri dan swasta. Survei Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta menyebut, tahun ini ada 357 ribu lebih mahasiswa diploma dan sarjana di Yogyakarta.

Dari jumlah itu, sekitar 274 ribu mahasiswa berasal dari luar daerah.

Baca juga: Ini Tips dan Keuntungan Mahasiswa Jadi Pekerja Lepas

Saat mereka pulang kampung, otomatis tak ada lagi pengiriman uang dari orangtua ke mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan hidup di Yogyakarta.

“Jadi sekarang di DIY itu, dari sumber mahasiswa saja, diploma dan sarjana, ada potensi uang beredar yang berkurang sampai Rp 833 miliar perbulan. Atau kalau kita bagi 30, sekitar Rp 27 miliar perhari. Bisa dibayangkan, seberapa signifikan terhadap perputaran roda ekonomi lokal,” kata Wahid.

Ia menyebut seorang mahasiswa bisa membelanjakan Rp 1 juta untuk makan dan minum, Rp 400.0000 untuk pondokan, dan Rp 700.000 untuk rekreasi, hiburan, serta gaya hidup.

Menurut data dari Bank Indonesia, belanja kebutuhan mahasiswa selama satu bulan di Yogyakarta mencapai Rp 3 juta

Baca juga: Epidemiolog UGM : Jenazah Penderita Covid-19 Tidak Perlu Dibakar

Pokus perguruan tinggi berubah

Ilustrasi KampusShutterstock.com Ilustrasi Kampus
Wahid menyebut ada pergeseran fokus perguruan tinggi akibat pandemi.

Ia menyebut sebelum pandemi pengelola perguruan tinggi hanya fokus pada dua hal yakni menjaga kualitas akademik dan menjaga keberlangsungan organisasi termasuk kesehatan finansial mereka.

Namun gara-gara pandemi, dua fokus utama itu turun prioritasnya.

Saat ini yang paling penting Bagi perguruan tinggi adalah keselamatan jiwa dan keberlangsungan akademik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X