[POPULER NUSANTARA] Teror Kiriman Barang yang Tak Dipesan |Disimpan di Rumah, Uang Rusak Dimakan Rayap

Kompas.com - 23/07/2020, 05:45 WIB
Ilustrasi simpanan THINKSTOCKSIlustrasi simpanan
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Titik Puji Rahayu (20) warga Kendal merasa diteror setelah kerap dikirimi barang-barang tak pernah dipesan. Barang-barang yang dikirim ke rumahnya antara lain ponsel hingga kelapa sebanyak satu truk.

Masalah yang muncul adalah barang-barang yang dikirim tersebut belum dibayar saat diantar ke Titik.

Sementara itu di Gunungkidul, uang senilai Rp 4 juta milik Sunardi (61), warga Kelurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkudul, Yogyakarta, rusak karena dimakan rayap.

Uang tersebut disimpan Sunardi di rumah lama yang tidak dihuni lagi selama beberapa tahun.

Dua berita tersebut menkjadi perhatian para opembaca Kompas.com. Berikut lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Terus kiriman barang yang tak diipesan

Titik Puji Rahayu, korban teror orderfiktif di Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINKOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN Titik Puji Rahayu, korban teror orderfiktif di Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN
Titik Puji Rahayu (20), warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melapor ke polisi setelah merasa diteror selama dua tahun.

Ia mengaku kerap dikirimi barang-barang yang tak pernah dipesan, mulai dari ponsel hingga satu truk kelapa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titik bercerita, ia menerima kiriman barang yang tak pernah dipesannya sejak akhir 2018. Masalah yang muncul adalah barang-barang yang dikirim tersebut belum dibayar saat diantar ke Titik.

Menurut dia, barang yang dikirim sangat beragam, mulai dari ponsel, buah-buahan, hingga mesin cuci.

Terakhir, orang yang diduga meneror Titik mengirim satu truk kelapa.

“Saya seperti diteror,” kata Titik saat ditemui di kantor LBH Jakerham Kaliwungu Selatan Kendal, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Dikirimi Barang Mulai Ponsel hingga Mesin Cuci, Titik Lapor Polisi: Saya seperti Diteror

2. Uang rusak dimakan rayap

Uang Dimakan Rayap milik Sunardi Warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, GunungkidulDokumentasi Keluarga Uang Dimakan Rayap milik Sunardi Warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul
Uang senilai Rp 4 juta milik Sunardi (61), warga Kelurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkudul, Yogyakarta, rusak karena dimakan rayap.

Uang tersebut disimpan Sunardi di rumah lama yang tidak dihuni lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X