Pengusaha Bengkel di Bandung Rakit Senjata dan Miliki Ratusan Amunisi

Kompas.com - 22/07/2020, 12:40 WIB
Direskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi dan Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga tengah memperlihatkan barang bukti senjata api laras panjang rakitan seorang pengusaha bengkel berinisial AS. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIDireskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi dan Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga tengah memperlihatkan barang bukti senjata api laras panjang rakitan seorang pengusaha bengkel berinisial AS.

BANDUNG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap kasus perakitan senjata api (senpi) jenis kaliber laras panjang tanpa izin di Kabupaten Bandung.

Adapun pelaku yang ditangkap merupakan seorang perakit yang juga pengusaha bengkel berinisial AS, warga Kampung Pamucatan, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Ini Penyebab Kematian Sultan Kasepuhan Cirebon

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati sebuah bengkel kendaraan bermotor yang menyatu dengan rumah.

Polisi melakukan penggeledahan dan mendapatkan tiga senjata api.

Baca juga: 2 Ekor Buaya yang Berkeliaran Menunjukkan Perilaku Tidak Lazim

Selain itu, polisi menemukan ratusan peluru tajam.

Polisi kemudian menangkap pelaku AS di kediamannya pada 18 Juli 2020, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal, kita sudah amankan satu tersangkanya," kata Patoppoi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Istri Berhubungan Seks, Suami Menonton, Merekam, dan Terkadang Ikutan

Menurut Patoppoi, tersangka membuat senpi rakitan tersebut dari tahun 1998.

Senpi yang dirakit ini sejenis dengan senjata angin, namun menyerupai senpi mouser.

"Tersangka membuat dengan cara bereksperimen dengan mempelajari dari bentuk senpi yang dilihat," kata Patoppoi.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus perakitan senjata itu.

Namun dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku menggunakan senjata itu untuk kepentingan pribadi, yakni untuk berburu.

"Apakah senjata ini sudah dipesan atau digunakan pelaku kejahatan, ini masih pendalaman, Namun dari tersangka mengaku hanya menyatakan menggunakan pada saat berburu babi hutan," kata Patoppoi.

Tersangka mengaku baru menghasilkan dua senpi rakitan yang lulus uji coba dan satu senpi yang perlu perbaikan.

Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan amunisi.

"Amunisi sekitar 200 butir, baik kaliber 7,62 maupun 9 , dan kaliber 5,56. Ini amunisi peluru tajam, kemungkinan bisa digunakan kejahatan," kata Patoppoi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X