Tes Swab untuk Syarat Bekerja di Perusahaan, Ternyata Positif Corona

Kompas.com - 19/07/2020, 15:04 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) SHUTTER STOCKIlustrasi virus corona (Covid-19)

PEKANBARU, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona atau Covid-19 masih terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.

Sabtu (18/7/2020) kemarin, terdapat penambahan dua kasus positif baru. Dua warga ini positif tanpa ada gejala Covid-19.

"Pasien dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala atau istilah barunya adalah kasus konfirmasi asimtomatik," sebut Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, dr Mulyadi kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Minggu (19/7/2020).

 

Pasien pertama berinisial ARM (16), warga asal Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Baca juga: Kronologi Ibu Dikarantina karena Corona, 5 Anaknya Hidup dengan Rp 500.00 dan Bantuan Datang Setelah Viral

Pasien diketahui positif setelah melakukan swab mandiri di Poly Pinere RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada 16 Juli 2020 lalu.

Mulyadi menyebut, pasien merupakan calon pekerja dari perusahaan swasta yang ada di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Sebagai syarat bekerja di perusahaan tersebut, pekerja harus melakukan screening melalui rapid atau swab test sebelum masuk.

"Dari test swab yang dilakukan pasien, hasilnya positif Covid-19," kata Mulyadi.

Pasien berikutnya berinisial DN (46) warga Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan. Pasien masuk rumah sakit pada 13 Juli lalu, namun tidak mengeluhkan gejala Covid-19.

"Pasien saat itu mengikuti rapid test massal di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru dan hasilnya reaktif. Setelah test swab, hasilnya Positif Covid-19. Pasien DN tidak ada keluhan apapun, tidak ada riwayat perjalanan, tidak ada penyakit komorbid, dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19," kata Mulyadi.

Dengan adanya penambahan dua kasus, tambah dia, sehingga total kasus positif Covid-19 di Pekanbaru berjumlah 95 pasien.

Sebanyak tujuh pasien masih dirawat, 82 pasien dinyatakan sembuh dan enam pasien meninggal dunia.

Selain kasus positif, ia juga menyampaikan data kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Saat ini PDP bertambah 5 orang dan satu orang meninggal dunia.

Baca juga: Tambah 8 Pasien, Positif Corona DIY Jadi 416 Kasus

"Total PDP berjumlah 901 pasien, dengan rincian 15 pasien masih dirawat, 808 pasien dinyatakan sembuh, dan 78 pasien meninggal dunia. Satu PDP meninggal itu ialah P (60), warga Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan," sebut Mulyadi.

Pasien masuk rumah sakit pada 16 Juli dengan penurunan kesadaran, sesak nafas, penyakit komorbid hipertensi, DM dan hypocalcemia.

Terhadap pasien sudah dilakukan pemeriksaan swab dan meninggal pada 17 Juli 2020.

Selanjutnya, Mulyadi menyebutkan data ODP hingga saat ini berjumlah 6.663 orang. Sebanyak 78 orang masih dalam pemantauan dan 6.585 orang dinyatakan selesai pemantauan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X