16.000 Ha Lahan Kosong Disulap Jadi Obyek Wisata Sawah Tampak Siring

Kompas.com - 16/07/2020, 10:29 WIB
Dedi Mulyadi saat pembukaan pengerjaan sawah untuk jadi objek wisata alam di Purwakarta, Rabu (15/7/2020). handoutDedi Mulyadi saat pembukaan pengerjaan sawah untuk jadi objek wisata alam di Purwakarta, Rabu (15/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, areal persawahan dan perkebunan saat ini justru bisa lebih menghasilkan pendapatan untuk negara ketimbang hilang dijadikan areal perindustrian.

Dedi menjelaskan, areal perkebunan dan persawahan tidak hanya memberikan manfaat dari hasil panennya. Kalaupun produksinya tidak seberapa, areal persawahan dan perkebunan bisa dijual manfaat estetikanya.

"Lihat kebun karet yang dipahami harga karet jatuh, tidak menguntungkan, tebang. Saya katakan cara berpikir gitu jadul. Kalau lihat padi lihat dari sisi keindahannya baik padi sawah maupun huma atau padi gogo, kalau indah kenapa tidak dibuat desain orang bisa menikmati indahnya padi. Orang menikmati indahnya pohon karet, kalau gitu diintegrasikan dengan wisata. Jadi orang enggak beli getah karet, tapi beli oksigen dan suasana itu mahal," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: 9 Museum Akan Dibangun di Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Untuk itu, Dedi menginisiasi pembuatan areal persawahan dan perkebunan yang diintegrasikan dengan wisata di daerah Purwakarta dan Subang.

"Memanfaatkan tanah kosong yang enggak dipakai, itu jumlahnya puluhan ribu hektar. Kalau saya sih target 16.000 hektar, targetnya segitu," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, lokasi wisata agro yang diinisasinya akan menyuguhkan pemandangan areal persawahan tampak siring.

Untuk areal kosong yang kurang cocok dengan padi biasa, rencananya ditanami padi huma atau padi gogo yang tidak menghasilkan beras dan tidak perlu banyak air.

Namun demikian, Dedi mengatakan, padi gogo bisa memberikan keindahaan yang dapat dinikmati.

"Padi gogo itu enggak perlu air kayak padi biasa. Di daerah Purwakarta-Subang kan banyak itu tanah gunung kosong. Desainnya dibuat lanskap tampak siring, masa kita dengan teknologi yang tinggi mesin pertanian banyak insinyur doktornya seabrek-abrek kalah sama orangtua kita dulu yang pakai cangkul bikin lanskap tampak siring," bebernya.

Baca juga: Keunikan Tajug Gede Cilodong Purwakarta, Jendela Tanpa Kaca hingga 9 Beduk dan 9 Muazin

Untuk awal, Dedi mengatakan akan memanfaatkan lahan sekitar 2.000 hektar sawah dan kebun yang diintegrasikan dengan pariwisata.

"Beberapa ribu hektar sudah mulai penanaman padi dan pohon. Ada kelapa dan kopi juga nanti," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X