Tak Bisa Pulang karena Pandemi, Turis Rusia Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan karena Kehabisan Uang

Kompas.com - 14/07/2020, 18:26 WIB
Satpol PP Badung saat mengamankan seorang bule Rusia yang tinggal di tanah lapang, sekitar Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (13/7/2020). IstimewaSatpol PP Badung saat mengamankan seorang bule Rusia yang tinggal di tanah lapang, sekitar Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (13/7/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Marat Minnubaev (36) seorang warga negara asing asal Rusia diamankan petugas dari Kantor Imigrasi Bali pada Senin (13/7/2020) karena menggelandang di wilayah Kabupaten Badung.

Marat diamankan karena telah melanggar Perda Badung Nomor 7 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum.

Selama sebulan terakhir, Marat tinggal dan tidur beralasakan tikar di lapangan sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Sebulan Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan, Turis Rusia Ini Segera Dideportasi

Foto Marat yang tinggal di lapangan sempat viral di media sosial.

Marat adalah seorang backpacker yang memilih tinggal di lapangan karena tidak memiliki uang.

Untuk makan sehari-hari, dia mengandalkan bantuan warga sekitar. Berdasarkan catatan di paspornya, Marat telah mengunjungi Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Thailand, sebelum tiba di Indonesia.

Menurut Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara, Marat berplesir dan tiba di Bali pada 22 Maret 2020. Ia berangkat dari Dubai, Riau.

Saat di Bali, Marat tidak bisa pulang karena pandemi dan tidak ada penerbangan pulang ke Rusia. Ia pun memilih tinggal di lapangan.

Baca juga: Viral, Foto Turis Rusia Tinggal di Lapangan Beralaskan Tikar karena Kehabisan Uang

"Awalnya jalan-jalan (di Bali), karena enggak punya uang ya tidur di sana," katanya.

Sementara itu Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma mengatakan Marat masih menunggu jadwal deportasi. Saat ini, Marat masih ditahan di Rumah Detensi Ngurah Rai.

"Masih menunggu jadwal pendeportasian saja. Saat ini masih ditahan di Rumah Detensi Ngurah Rai," kata Surya, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Yoga Massal WNA di Bali Saat Pandemi, Berujung Deportasi..

Surya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Rusia di Bali terkait rencana deportasi itu.

Ia menjelaskan karena melanggar perda, pihak Imigrasi menindak Marat meski tak melanggar izin tinggal di Bali.

"Karena melanggar Perda, dasar imigrasi bisa menanganinya, di luar itu imigrasi kewenangannya hanya bisa terhadap pelanggaran keimigrasian," kata Surya saat dihubungi, Selasa.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Imam Rosidin | Editor : Dheri Agriesta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X