Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Kompas.com - 14/07/2020, 14:08 WIB
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, membagikan masker kepada para pedagang di pasar tradisional. Dok. Humas Pemprov NTBWakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, membagikan masker kepada para pedagang di pasar tradisional.

MATARAM, KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas yang juga Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah, meminta pemerintah daerah dapat mendisiplinkan para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional untuk tetap menggunakan masker selama masa pandemi Covid-19.

Hari ini, Wagub Rohmi kembali turun ke beberapa pasar tradisional di Kota Mataram seperti Pasar Pagesangan, Pasar Karang Jasi, dan Pasar Mandalika.

Sambil berkeliling pasar, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini mengingatkan kepada para pedagang dan pengunjung untuk tetap memakai masker dengan baik.

Rohmi menuturkan, masker harus menutupi mulut dan hidung karena virus ini masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut.

Baca juga: Risma Pimpin Operasi Penertiban Masker: Yang Sakit Sudah Ribuan, Jangan Ditambah Lagi

"Jangan pakai masker didagu atau di bawah hidung," kata Rohmi, seperti dikutip dalam rilis tertulis, Selasa (14/7/2020).

Rohmi mengatakan, masih ditemukan beberapa pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker. Beberapa bahkan masih menggunakan masker di dagu.

Rohmi meminta, penggunaan masker terutama di pasar-pasar tradisional harus 100 persen. Seluruh pedagang atau pembeli di pasar tradisional harus memakai masker.

"Saatnya menerapkan punishment, jika mau jualan atau masuk pasar harus menggunakan masker, apabila tidak diikuti jangan masuk pasar, itu konsekuensinya," tegas Rohmi.

Menurut Wagub, ketegasan yang dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, tetapi untuk melindungi seluruh masyarakat di NTB dari penyebaran virus Covid-19.

Wagub berpesan kepada para pengelola pasar, baik di pasar Pagesangan dan Karang Jasi untuk senantiasa menegakkan disiplin protokol Covid-19.

Sementara itu, Kepala Pasar Pagesangan Kota Mataram, Rusiah mengatakan, setiap hari selalu menempatkan petugas pada titik tertentu untuk mengatur dan memperingati pedagang dan pembeli menerapkan protokol Covid-19.

"Bahkan, aparat keamanan TNI/Polri, Satpol PP dan keamanan pasar terus berjaga dipintu masuk pasar untuk mengimbau pengunjung menggunakan masker dan jaga jarak," kata Rusiah.

Pasar Pagesangan juga telah menyediakan tiga tandon dan ember besar lengkap dengan sabun sebagai fasilitas untuk mencuci tangan. Selain itu, pedagang juga diatur jaraknya 1-2 meter.

"Setiap hari kami melihat sudah 90 persen menggunakan masker, namun  kadang-kadang hanya dicantel di dagu, ini yang terus kami berikan pemahaman," kata dia.

Kasus positif Covid-19 NTB capai 1.592

Hingga saat ini, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kabupaten/Kota serta aparat TNI/Polri sudah memberikan edukasi dan imbauan, mulai dari yang humanis hingga tegas.

Pemerintah juga telah membagikan ribuan masker dan menghimbau masyarakat baik di lokasi keramaian, hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca juga: 21 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

Namun, kasus penyebaran Covid-19 tetap saja terus merangkak naik di NTB.

Terutama di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, yang saat ini masih berada pada zona merah penyebaran Covid-19.

Hingga Senin (13/7/2020), jumlah total terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB mencapai 1.592 orang.

Sebanyak 1.013 pasien telah dinyatakan sembuh dan 82 pasien meninggal dunia.

Sisanya 497 pasien, masih positif dan dirawat di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat yang tersebar di seluruh NTB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X