Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Kompas.com - 13/07/2020, 20:16 WIB
Petugas TNI memeriksa suhu tubuh seorang warga dari luar yang masuk ke arah Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Senin (13/7/2020). Pemeriksaan dilakukan di posko bagi setiap orang dari luar yang masuk ke wilayah Rohil, sebagai upaya mempertahankan status zona hijau. KOMPAS.COM/IDONPetugas TNI memeriksa suhu tubuh seorang warga dari luar yang masuk ke arah Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Senin (13/7/2020). Pemeriksaan dilakukan di posko bagi setiap orang dari luar yang masuk ke wilayah Rohil, sebagai upaya mempertahankan status zona hijau.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang berstatus zona hijau atau terbebas dari Covid-19.

Dari 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau, hanya Rohil yang mampu bertahan di zona hijau sampai saat ini.

Sedangkan 11 kabupaten dan kota lainnya telah berstatus zona kuning.

Baca juga: Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Bahkan, saat ini hanya di Rohil yang diperbolehkan belajar tatap muka di sekolah.

Selama pandemi Covid-19 di Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil juga tidak memberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Padahal wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang angka penyebaran kasusnya cukup tinggi.

Peran aktif masyarakat dan pemerintah mengawal protokol kesehatan menjadi kunci Rohil berada di zona hijau.

"Alhamdulillah, Rokan Hilir sampai hari ini masih zona hijau," ucap Bupati Rohil Suyatno saat diwawancarai Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Orang nomor satu di Negeri Seribu Kubah ini mengungkap kunci di balik keberhasilan zona hijau.

"Tentu hal ini tak terlepas dari dukungan, kekompakan dan sinergitas, terutama sekali Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) lah. Saya bukan apa-apa, bukan angkat-angkat muka di sini tidak, tapi ini kerja keras kita bersama," kata Suyatno.

Selain itu, menurut dia, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat yang patuh menerapkan protokol kesehatan.

"Memang kita tidak bangga dengan zona hijau, tapi kita harus waspada terus lah. Karena bahaya corona ini kalau nampak di mata tak apalah. Tapi ini barang tak nampak, ini yang bahaya betul. Jadi kita sangat bersyukur dengan zona hijau ini," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X