Wali Kota Mataram Ancam Tutup Pasar Tradisional jika Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Kompas.com - 13/07/2020, 19:12 WIB
Wali Kota Mataram, Ahyar Abdul menunjukkan gaya siaga pesilat, dalam jumpa pers, Jumat (26/1/2018) untuk mengklarifikasi soal  tendangannya ke Polisi Pamong Praja, yang viral di medsos belakangan ini. KOMPAS.com/FitriWali Kota Mataram, Ahyar Abdul menunjukkan gaya siaga pesilat, dalam jumpa pers, Jumat (26/1/2018) untuk mengklarifikasi soal tendangannya ke Polisi Pamong Praja, yang viral di medsos belakangan ini.

MATARAM, KOMPAS.com - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengancam untuk menutup pasar tradisional jika para pedagang dan pembeli, tidak benar-benar mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hal tersebut diucapkan Ahyar saat memimpin Apel Siaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di halaman Pendopo Wali Kota Mataram, Senin (13/7/2020).

Ahyar mengatakan, Pemkot Mataram akan terus bersinergi dengan Pemprov NTB, dan jajaran TNI-Polri untuk melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Terutama, melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi, kepada para pedagang di pasar tradisional agar menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca juga: Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

"Kami ingin tunjukkan bahwa pemkot sudah bekerja maksimal dan sungguh-sungguh dalam menekan penyebaran Covid-19. Apabila di pasar tradisional tidak benar-benar menjalankan protokol Covid-19, saya akan tutup pasar tersebut," tegas Ahyar, seperti dikutip dalam rilis tertulis, Senin.

Ahyar menuturkan, penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sudah bisa dikendalikan melalui Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). 

Namun, Ahyar juga mengingatkan, penyebaran Covid-19 di Kota Mataram sudah banyak terjadi di area publik seperti di pasar tradisional.

"Jangan sampai pedagang-pedagang kita di pasar tradisional terkena virus," kata Ahyar.

Hingga saat ini, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB menunjukkan, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Wali Kota berharap, Tim Gugus Tugas dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bekerja maksimal dengan penuh tanggung jawab dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Regional
Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Regional
Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Regional
Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Regional
Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Regional
Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Regional
Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Regional
Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai 'Rapid Test' Nonreaktif

Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai "Rapid Test" Nonreaktif

Regional
Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

Regional
Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Regional
Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Regional
Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Regional
Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X