Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Kompas.com - 11/07/2020, 06:26 WIB
Petugas memasang police line di kediaman EF (50), seorang guru perempuan yang ditemukan tewas di kediamannya di Jalur 5 Desa Marga Rahayu, Kecamata Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/7/2020). KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRAPetugas memasang police line di kediaman EF (50), seorang guru perempuan yang ditemukan tewas di kediamannya di Jalur 5 Desa Marga Rahayu, Kecamata Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/7/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - AR pemuda 18 tahun asal desa Marga Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membunuh tetangganya sendiri yang juga mantan gurunya, Efriza Yuniar (50).

Sehari-hari perempuan yang arab dipanggil Yuyun itu mengajar di SD 11 Muara Telang. Selama tujuh tahun, Yuyun tinggal seorang diri di Banyuasin setelah berpisah dengan suaminya.

Saat ditemukan mayat Yuyun yang dibungkus kain tebal itu ditemukan di ember dalam keadaan telanjang dan tangan terikat tali pada Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Ini Pengakuan Pelaku Pembunuhan Guru SD di Dalam Ember

Penemuan mayat Yuyun berawal dari Juwita (51) tetangga Yuyun yang curiga rekan kerjanya tidak bisa dihubungi sejak Selasa (7/7/2020). Sementara nomor ponsel Yuyun juga tidak aktif.

Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, Juwita meminta anaknya untuk datang ke rumah Yuyun.

Saat itu, sang anak mengaku jika rumah Yuyun dalam keadaan terkunci. Karena cemas, Juwita mencari keberadaan rekannya di sekolah dan diketahui jika Yuyun sudah tiga hari tidak masuk sekolah.

Juwita pun bersama rekannya sesama guru mendatangi rumah Yuyun dan menemukan kunci diselipkan di dekat meja depan. Mereka pun berinisiatif masuk dan memeriksa setiap ruangan.

Baca juga: Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku

Namun saat masuk ke dalam kamar mandi, Hakim salah satu rekan Yuyun terkejut melihat kaki korban di dalam ember besar.

Ia pun lari keluar ketakutan keluar rumah

"Istri saya ketakutan juga, pak itu Bu Yuyun sudah tidak ada lagi. Saya langsung ke sana, ketika saya tanya dimana. Orang jawab itu dalam ember, saya tidak kuat langsung keluar, kondisinya sudah mulai bau," ujar Triana suami Juwita..

Warga kemudian menghubungi polisi dan melakukan evakuasi. Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Yuyun dibawa ke RS Bhayangkara Palembang dan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jama untuk otopsi.

Baca juga: Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Hendak diperkosa mantan murid

Petugas memasang police line di kediaman Efriza Yuniar(50) seorang guru yang  ditemukan tewas di kediamannya di Jalur 5 Desa Marga Rahayu, Kecamata Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/7/2020).HANDOUT/POLRES BANYUASIN Petugas memasang police line di kediaman Efriza Yuniar(50) seorang guru yang ditemukan tewas di kediamannya di Jalur 5 Desa Marga Rahayu, Kecamata Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/7/2020).
Pembunuhan Yuyun terjadi pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Hari itu pelaku AR baru saja menonton film porno dan ia pergi ke rumah Yuyun untuk memperkosa mantan guru SD-nya yang berusia 50 tahun itu.

Kepada polisi, AR mengaku kerap mengintip Yuyun mandi sehingga dia berniat untuk memperkosanya setelah nonton film porno.

Namun saat akan diperkosa, Yuyun berontak dan berteriak meminta tolong. AR yang panik kemudian menyumpal mulut Yuyun dengan ikat rambut yang terbuat dari kain.

Baca juga: Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Ia lalu mengikat leher Yuyun dengan sabuk warna coklat dan charger ponsel serta mengikat tangan Yuyun dengan tali rafia.

Setelah memastikan Yuyun tewas, AR menyeret korban dengan seprei dan memasukkannya ke ember warna hijau berdiamater 60 cm. Setelah itu jasad Yuyun ditutup seprai dan diikat dengan tali rafia.

Tak hanya itu, kepada polisi AR mengaku memmiliki dendam pada Yuyun karena sempat terpergok mencuri di rumah korban.

Baca juga: Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Saat itu, kotak infaq sekolah sempat hendak dibawa kabur oleh AR.

"Tersangka dinasehati oleh korban agar tidak melakukan perbuatan itu lagi. Di sana tersangka ini ternyata dendam. AR memang adalah mantan murid dari korban," kata Kapolsek Muara Telang Iptu Gunawan usai menghadiri pemakaman EY di TPU Kamboja Palembang, Jumat (10/7/2020).

Sementara itu Muhammad Gani (57) kakak kandung Yuyun mengatakan jika dua unit ponsel dan laptop milik kakanya hilang.

Kuat dugaan, barang tersebut dibawa kabur oleh AR.

Baca juga: Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

"Laptop, printer, handphone hilang. Kemungkinan itu yang diambil pelaku," kata Gani di depan ruang jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (9/7/2020).

Tak lama setelah melakukan pembunuhan, AR ditangkap polisi di rumahnya yang ada di Jalur V, Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin.

Saat itu AR hendak keluar rumah untuk melarikan diri. Dari tangan AR, polisi berhasil mengamankan ponsel milik EY.

"Pada saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan didapati HP milik korban merek Vivo dan Nokia terdapat di dalam saku celananya. Ketika diperiksa, tersangka telah membunuh korban," ujar Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, Kamis (9/7/2020).

AR saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolres Banyuasin.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: Farid Assifa, Abba Gabrillin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.