Dipercaya sebagai Penurun Panas sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Kompas.com - 10/07/2020, 12:49 WIB
Petugas Balai Karantina Pertanian Belawan menunjukkan buah tempayang (Fismiana afinis) yang akan diskepor ke Malaysia, Vietnam dan India. Buah yang juga dikenal dengan kembang semangkuk ini diyakini memiliki khasiat menyembuhkan demam pada anak, radang tenggorokan hingga kesuburan. Sebanyak 80 ton senilai Rp 2 miliar diekspor dari Balai Karantina Pertanian Belawan pada periode Januari - Juni 2020. Dok. Balai Karantina Pertanian BelawanPetugas Balai Karantina Pertanian Belawan menunjukkan buah tempayang (Fismiana afinis) yang akan diskepor ke Malaysia, Vietnam dan India. Buah yang juga dikenal dengan kembang semangkuk ini diyakini memiliki khasiat menyembuhkan demam pada anak, radang tenggorokan hingga kesuburan. Sebanyak 80 ton senilai Rp 2 miliar diekspor dari Balai Karantina Pertanian Belawan pada periode Januari - Juni 2020.

MEDAN, KOMPAS.com – Siapa yang menyangka, buah tempayang (Fismiana affinis) asal Sumatera Utara (Sumut) ternyata diminati di luar negeri. Sebanyak 80 ton buah yang juga dikenal dengan kembang semangkuk itu dikirim ke Malaysia, Vietnam, dan India dan menjadi primadona ekspor baru asal Sumut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (9/7/2020) malam, Kepala Balai Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengatakan, jumlah tersebut yang tercatat di sistem IQFAST sepanjang Januari – Juni 2020 senilai Rp 2 miliar.

"Tren permintaan fasilitasi ekspor komoditas ini terus meningkat setelah perdana diekspor di masa pandemi," ujarnya dalam rilis. 

Baca juga: Porang Raksasa Unik Senilai Rp 7,2 Miliar Asal Sumut Tembus Pasar 3 Negara

Dijelaskannya, sebagai komoditas baru pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina guna memastikan kesehatan dan keamanan buah tempayang sesuai dengan persyaratan masing-masing negara tujuan.

Menurut dia, persyaratan tersebut dapat juga dilihat di situs web International Plant Protection Convention (IPPC).

Tindakan pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Selanjutnya, pemeriksaan sanitasi gudang penyimpanan dan kontainer juga tak luput dari mitigasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

“Ketelusuran produk guna memastikan komoditas buah tempayan dipastikan telah ditangani dengan baik,” katanya.

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Babel Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal

Punya banyak khasiat

Untuk diketahui, buah ini berwarna coklat dan bentuknya menyerupai biji melinjo di masyarakat dipercaya memiliki  banyak khasiat misalnya untuk menyembuhkan panas dalam pada balita, obat batuk akut, radang tenggorokan, hingga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan. 

Didaerah lain, ada juga yang menyebutnya sebagai kembang semangkuk. Dengan kondisi pandemi saat ini, informasi khasiat buah ini pun sampai ke negara lain sehingga mulai menjadi primadona komoditas ekspor baru.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster BPOM Ambon, 46 Pegawai Positif Covid-19, Belum Ada yang Sembuh

Klaster BPOM Ambon, 46 Pegawai Positif Covid-19, Belum Ada yang Sembuh

Regional
Lawan Paslon Gibran-Teguh, Cucu PB XII Coba Bentuk Koalisi Parpol di Solo

Lawan Paslon Gibran-Teguh, Cucu PB XII Coba Bentuk Koalisi Parpol di Solo

Regional
Tak Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Patroli Polisi

Tak Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Patroli Polisi

Regional
Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

Regional
21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

Regional
Geger Pelecehan Seksual Berkedok Dosen Lakukan Riset Swinger di Yogya

Geger Pelecehan Seksual Berkedok Dosen Lakukan Riset Swinger di Yogya

Regional
86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

Regional
Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Regional
Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Regional
Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Regional
Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Regional
Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Regional
Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Regional
Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X