Masuk Kategori IKP Tinggi di Jateng, Begini Komentar Bawaslu Sukoharjo

Kompas.com - 06/07/2020, 18:48 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Kabupaten Sukoharjo masuk dalam daftar kabupaten dengan potensi kerawanan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut berdasarkan Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) 2020 pada masa pandemi Covid-19.

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi Wibowo mengatakan, IKP tertinggi itu berdasarkan empat konteks, yakni sosial, politik, infrastruktur dan pandemi.

Adapun total skornya yakni 231,90.

"Ini (Sukoharjo) tertinggi IKP-nya di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020," ujar Muladi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Bawaslu Sukoharjo Awasi Penyebaran Berita Hoaks di Medsos

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini potensi pelanggaran, lanjut Muladi, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan stakeholder dan partai politik (parpol) pengusung serta pendukung pasangan calon kepala daerah.

Selain itu, kata dia, meningkatkan agenda pencegahan terhadap konteks sosial politik tersebut. Misalnya dari sisi netralitas dari aparatur sipil negara (ASN).

"Kemudian terkait keperpihakan penyelenggara Pemilu misalnya. Berarti dalam rekrutmen pengawas TPS, KPPS, itu perlu dilakukan pencermatan yang tinggi agar tidak menimbulkan ketidaknetralan penyelenggara Pemilu," tuturnya.

Pihaknya juga menekankan pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian data (coklit), kampanye dan pungut hitung untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Hal tersebut agar penyelenggara Pemilu tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Bawaslu harus melakukan pengawasan yang ketat terkait alat pelindung diri bagi penyelenggara Pemilu. Baik di KPU, Bawaslu, kepolisian dan di tim pelaksana kampanye. Kalau nanti ada kampanye tertutup harus ada APD-nya," ungkap Muladi.

Baca juga: Indeks Kerawanan Pilkada Masih Tinggi, Ini Rekomendasi Bawaslu

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, IKP ini disusun dalam beberapa tahapan dari Maret sampai Mei 2020.

Tahapan itu meliputi empat dimensi, yakni sosial, politik, infrastruktur dan pandemi.

"Total nilai kita paling tinggi se-Jawa Tengah. Dari empat indikator parameter itu kita tertinggi jumlahnya," ungkap dia.

Menurut dia, tingginya IKP 2020 dimungkinkan karena ketidaknetralan penyelenggara Pemilu, proses rekrutmen penyelenggara, netralitas ASN, dan adanya calon petahana yang maju sebagai bakal calon kepala daerah.

"Jadi tidak bisa dilihat dari satu point. Mungkin karena sini ada sanksi KASN terus akhirnya menyebabkan tinggi, iya itu sebagai salah satu sebab. Tetapi itu tidak dominan. Ada dimensi yang lain yang mendukung," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X