Viral, Video Tumpukan Skripsi Dibuang dari Jendela, Pihak Kampus Minta Maaf

Kompas.com - 05/07/2020, 12:15 WIB
Tangkapan layar tumpukan skripsi yang dibuang di Kampus Unilak Pekanbaru, Riau, yang beredar di media sosial, Sabtu (5/7/2020). Dok. istimewaTangkapan layar tumpukan skripsi yang dibuang di Kampus Unilak Pekanbaru, Riau, yang beredar di media sosial, Sabtu (5/7/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video tumpukan skripsi dibuang dari jendela lantai dua, viral di media sosial.

Di video yang sama, juga terekam seorang laki-laki sedang mengumpulkan bundelan skripsi yang bertumpuk di lantai bawah. Tumpukan skripsi tersebut dimasukkan ke dalam karung berukuran besar.

Tumpukan skripsi juga terlihat di teras hingga halaman kampus. Sebagian skripsi terlihat rusak dan lembaran kertasnya berserak di rumput pekarangan kampus.

Baca juga: Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Video berdurasi 21 detik tersebut direkam di Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Riau.

Saat dikonfirmasi, Rektor Unilak Dr Junaidi membenarkan kejadian tersebut

Ia berdalih skripsi yang terekam di video tersebut adalah skripsi-skripsi lama yang telah rusak dan akan dipindahkan ke tempat lain.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut, Junaidi menjelaskan jika kepala perpustakaan universitas tersebut telah dihentikan.

Baca juga: Viral Cover Proposal Skripsi Hak Istimewa Luhut Binsar Panjaitan Berlogo Unsoed, Ini Penjelasan Dekan

"Kemudian, sebagai bentuk tanggung jawab dari kelalaian tersebut, Kepala Pustaka Unilak telah diberhentikan dan diambil alih langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik," kata Junaidi dalam klarifikasi secara tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Selain itu, Junaidi juga meminta maaf atas beredarnya video tersebut.

Ia menjelaskan sejak beberapa tahun terakhir, pihak Universitas Lancang Kuning sudah melakukan penyimpanan karya ilmiah termasuk skripsi dalam bentul digital.

"Unilak beberapa tahun ini telah melakukan program digitalisasi karya karya ilmiah dari dosen dan mahasiswa," sebut Junaidi.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Idon Tanjung | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Regional
Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Regional
Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Regional
Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Regional
Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Regional
Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Regional
IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

Regional
Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Regional
Angka Kemiskinan di Gunungkidul Meningkat 0,46 Persen akibat Covid-19

Angka Kemiskinan di Gunungkidul Meningkat 0,46 Persen akibat Covid-19

Regional
Bocah Ini Nekat Curi 3 Motor, Dibawa Berkeliling hingga Bensin Habis lalu Ditinggalkan, Ini Ceritanya...

Bocah Ini Nekat Curi 3 Motor, Dibawa Berkeliling hingga Bensin Habis lalu Ditinggalkan, Ini Ceritanya...

Regional
Jubir Satgas Riau: Jika Divaksin 2 Kali, Risiko Terpapar Covid-19 Rendah dan Tidak Sebabkan Kematian

Jubir Satgas Riau: Jika Divaksin 2 Kali, Risiko Terpapar Covid-19 Rendah dan Tidak Sebabkan Kematian

Regional
Cerita Plt Bupati Cianjur Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19: Seperti Digigit Semut, Tidak Sakit...

Cerita Plt Bupati Cianjur Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19: Seperti Digigit Semut, Tidak Sakit...

Regional
Ingin Kebut-kebutan seperti Teman Sekolahnya, Bocah Kelas 5 SD Nekat Curi 3 Motor

Ingin Kebut-kebutan seperti Teman Sekolahnya, Bocah Kelas 5 SD Nekat Curi 3 Motor

Regional
Kesaksian Tetangga 'Jagal' Kucing di Medan: Tiap Hari Ada Pemotongan Kucing...

Kesaksian Tetangga "Jagal" Kucing di Medan: Tiap Hari Ada Pemotongan Kucing...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X