RSUD Soetomo: Ada Pasien Takut Pulang Sebelum 2 Kali Negatif, Khawatir Ditolak

Kompas.com - 04/07/2020, 06:13 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

SURABAYA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, membantah tudingan menahan pasien positif Covid-19 yang mendapatkan satu kali hasil negatif berdasarkan tes swab karena tak bisa diklaim ke BPJS Kesehatan.

Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian Edward mengatakan, kelebihan kapasitas pasien Covid-19 di rumah sakit itu tak berhubungan dengan BPJS Kesehatan.

"Jadi, ditahan bukan karena enggak bisa diklaim BPJS. Ditahan karena mungkin dia tidak bisa isolasi mandiri, masyarakatnya tidak bisa menerima, kemudian takut kalau pulang belum dua kali negatif nanti ditolak masyarakat," kata Pesta kepada Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Pesta menegaskan, BPJS Kesehatan bukan pihak yang membayar biaya perawatan pasien Covid-19.

Baca juga: Dengar Alasan RSUD Dr Soetomo Penuh, Risma: Kalau BPJS Tidak Bisa, Silakan Klaim ke Kami

BPJS merupakan pihak yang melakukan verifikasi terhadap pasien Covid-19. Seluruh biaya perawatan dibayar Kementerian Kesehatan.

"Klaim itu tentunya ada banyak aturan-aturan yang kita harus ikuti, yang diverifikasi oleh BPJS. Karena itu, Kemenkes minta tolong kepada BPJS untuk diverifikasi, biar kemenkes bisa bayar. Jadi bukan BPJS yang membayar," ujar Pesta.

Pasien menolak pulang

Menurut Pesta, RSUD Soetomo mengizinkan pasien positif Covid-19 yang mendapatkan satu kali hasil negatif berdasarkan tes swab untuk pulang.

Pesta sepakat dengan solusi yang ditawarkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat pertemuan dengan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya beberapa hari lalu.

Menurutnya, aturan tentang pasien positif harus mendapatkan dua kali hasil negatif tes swab akan mempersulit pasien. Pasien jadi lebih lama tinggal di rumah sakit.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Persilahkan Madrasah Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Menag Persilahkan Madrasah Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Regional
Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Regional
Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Regional
Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Regional
Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Regional
PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Regional
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

Regional
Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Regional
Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Regional
Upayakan Mediasi Terkait Kasus 'Kacung WHO', Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Upayakan Mediasi Terkait Kasus "Kacung WHO", Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Regional
Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X