Kompas.com - 03/07/2020, 06:04 WIB
Sutiem (tengah) bersama seorang warga Gang Demak didampingi LBH Pematangsiantar di ruang tunggu Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Senin 29 Juni 2020. KOMPAS.com/ TEGUH PRIBADISutiem (tengah) bersama seorang warga Gang Demak didampingi LBH Pematangsiantar di ruang tunggu Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Senin 29 Juni 2020.

“Waktu itu dimonitor lewat telepon. ‘Halo Ibu Sutiem, ibu sudah bisa pulang.’ katanya. Saya pun bingung, mau pulang tapi saya gak punya uang. Karena aku dalam keadaan sakit, suami saya lupa ngasih uang. Saya mikir-mikir sambil kemas-kemas, berpikirlah. Saya beranikan lah,” ucapnya.

"Saya pulang ke Pematangsiantar naik mobil paradep, waktu saya keluar saya minta ongkos pulang dari rumah sakit karena saya tidak punya uang. Saya minta tolong sama dokter dikasihlah seratus ribu (Rp 100.000)," kata pedagang pecel sejak tahun 1993 ini.

Jualan tak laku

Setelah dinyatakan sembuh, Sutiem kembali mencari nafkah sebagai pedagang pecel keliling dan mangkal di Pabrik STTC di Jalan Pdt Justin Sihombing Pematangsiantar.

Namun dagangan ibu ini tidak pernah laku.

Ia mengaku pernah mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari para pembeli.

Ia dituduh pembawa virus corona karena identitas dan fotonya terungkap dan viral, setelah GTPP Covid-19 mengumumkan seorang pedagang pecal terpapar Covid-19.

"Jualanku mi, lontong sayur pecel gorengan akhirnya kubuang semua karena nggak laku. Padahal modalnya itu kupinjam duit tetangga dua ratus ribu (Rp 200.000)," ucap Sutiem sedih.

Sutiem bersama 10 orang warga Gang Demak, yang mayoritas mencari nafkah sebagai pedagang keliling, menggugat Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, yang bertindak sebagai ketua GTPP Covid-19 Kota Pematangsiantar.

Gugat wali kota

Melalui kuasa hukum LBH Pematangsiantar, Wali Kota Hefriansyah digugat lewat class action menuntut ganti rugi materil Rp 118 juta dan immateril senilai Rp 11 miliar serta pemulihan nama baik.

Parluhuan Banjarnahor SH dari LBH Pematangsiantar mengatakan, gugatan didaftarkan
dengan nomor perkara 67/Pdt.G/2020/PN Pms.

"Jadwal sidang perdana Rabu 8 Juli 2020 pagi di PN Pematangsiantar agenda sidang pertama," jelas Parluhutan Banjarnahor SH dari LBH Pematangsiantar, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Istri Stroke Dimakamkan di Makam Khusus Pasien Covid-19, Suami Akan Gugat Gugus Tugas

Ia menambahkan, gugatan class action diajukan karena warga merasa dirugikan oleh pihak GTPP Covid-19 Pematangsiantar. Mereka menuntut kerugian materil dan immateril.

"Nama baik warga sudah sangat dilecehkan karena dituduh terpapar Covid-19, dan setelah diperiksa ternyata negatif.

Bagi warga lain, mereka sebenarnya sudah tertuduh pembawa corona," jelasnya. (Teguh Pribadi)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X