Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Kompas.com - 02/07/2020, 23:11 WIB
Wakapolres Tanjung Balai, KOMPOL Jumanto bertanya kepada salah satu tersangka yang melakukan dugaa  tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap EDS di Tanjung Balai. Dok. Polres Tanjung BalaiWakapolres Tanjung Balai, KOMPOL Jumanto bertanya kepada salah satu tersangka yang melakukan dugaa tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap EDS di Tanjung Balai.

MEDAN, KOMPAS.com - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap EDS di Tanjung Balai terungkap karena mobil penyekap menabrak ambulans. EDS disekap dan dianiaya sejumlah pria lantaran dituduh menggelapkan sabu milik WD yang saat ini buron. 

Wakapolres Tanjung Balai Kompol Jumanto menjelaskan, dalam kasus percobaan pembunuhan ini jumlah tersangka bertambah dua menjadi lima orang, dari semula disebutkan tiga orang.

Para tersangka yakni KRH alias Udin (44), MIB alias Kibal (43), AN (38), TS alias S (37) dan WD (buron).

Menurutnya, keempat tersangka diduga melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan atau secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang dan perampasan kemerdekaan seseorang (penyekapan).

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 junto 53 sub pasal 170 ayat 2 ke 2o Subs pasal 351 ayat 2 dan pasal 333 ayat 2 KUHP Pidana," kata Wakapolres Tanjung Balai Kompol Jumanto melalui keterangan tertulis ke Kompas.com, Kamis (2/7/2020). 

Berikut kronologi penyekapan dan penganiayaan tersebut. 

Baca juga: Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Korban dibawa ke ladang, lalu dipukuli

Pada Selasa (23/6/2020), sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka Kibal mengajak korban dari rumahnya ke ladang milik tersangka WD, di Jalan Pandan,  Lingkungan III, I Kelurahan Selat Tanjung Medan Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai.

Kibal membawa korban ke ladang tersebut rencananya untuk menyelesaikan permasalahan antara korban dengan tersangka WD, yaitu penggelapan narkotika jenis shabu milik WD yang dilakukan oleh korban.

"Sesampainya di ladang itu, korban dengan para tersangka bertengkar  kemudian wajah dan kepala korban dipukuli hingga terluka," kata Jumanto.

Melihat WD dan AN memukuli korban, tersangka lainnya pun turut serta memukuli korban. Kemudian, TS melakban kedua tangan korban ke belakang agar tidak  melarikan diri.

Baca juga: Disekap dan Dianiaya karena Utang, Juru Parkir Lapor Polisi

Korban dibawa dengan mobil ke arah Simpang Kawat

 

Selanjutnya para tersangka memasukkan korban ke dalam mobil Nissan X Trail warna silver milik tersangka AN.

"Tersangka Udin, sebelum naik ke dalam mobil X Trail tersebut mengambil 1 buah paving blok dan membawanya masuk ke dalam mobil tersebut," katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X