Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Kompas.com - 02/07/2020, 12:38 WIB
BNN memperlihatkan ratusan  kilogram ganja yang diamankan dari dalam mobil boks dengan disamarkan alpukat, Kamis (3/7/2020). KOMPAS.com/RIDHOBNN memperlihatkan ratusan kilogram ganja yang diamankan dari dalam mobil boks dengan disamarkan alpukat, Kamis (3/7/2020).

SERANG, KOMPAS. com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja asal Aceh yang akan diedarkan di Jakarta.

Ganja sebanyak 298 kilogram dikemas dengan karung ini disamarkan dengan buah alpukat untuk mengelabui petugas.

Pengungkapan ini berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada mobil boks dengan nomor polisi F 8830 UK membawa narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Banten melalui jalur darat. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh petugas BNNP Banten.

Baca juga: Pesan Ganja dari Medan, Mahasiswa dan Oknum Pegawai Honor di Samarinda Ditangkap

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana mengatakan, dua kurir ganja yang diamankan masing-masing adalah GA (27) dan MP (26) pada Selasa (30/6/2020) di jalan RE Martadinata, Kota Cilegon setelah sandar di Pelabuhan Merak, Banten.

"Saat lakukan penggeledahan, kita mendapatkan enam karung warna putih, yang di dalamnya terdapat narkotika jenis ganja sebanyak 298 bungkus di atas di tumpukan buah alpukat," kata Tantan kepada wartawan, Kamis (2/7/2020).

Berdasarkan keterangan dari kedua kurir yang diamankan, barang haram tersebut rencananya diedarkan di wilayah Banten dan Jakarta. Sedangkan pemilik ganja dan penerimanya dalam proses pengembangan.

"Dari pengungkapan ini kita berhasil selamatkan 1,9 juta orang generasi penerus bangsa," ujarnya.

Baca juga: BNNP Bengkulu Ringkus Kurir 12 Kg Ganja Pemesanan dari Lapas

Keduanya diancam pasal 114 ayat (2).dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Melihat banyaknya barang bukti, ancaman hukuman penjara 20 tahun sampai hukuman mati, tergantung pasa pembuktian di persidangan," tutupnya. (Ridho) 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X